PMII Kota Tasikmalaya Demonstrasi, Tolak Kenaikan BBM

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa dengan longmarch dari Dokar 47 menuju Depot Pertamina, Cicurug, Kota Tasikmalaya Jawa Barat.

PMII Kota Tasikmalaya Tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak Bersubsidi (BBM) yang disahkan pada hari Sabtu 03 September 2022 oleh Presiden Joko Widodo.

Diumumkannya pukul 14.30 WIB pada kenaikan harga BBM, keputusan ini menjadi konflik di tengah masyarakat Indonesia, kini tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 yang belum usai.

“Pemerintah menyebutkan bahwa alasan kenaikan BBM itu, Pertama, telah mensubsidikan APBN sebesar Rp 502 Triliun untuk BBM, Listrik dan Migas dan diperkirakan akan bertambah lagi. Kedua, Polemik di tengah harga minyak dunia yang meningkat.”Papar Muhaimin Abdul Basit Ketua PMII Kota Tasikmalaya kepada wartawan, Senin (5/9/2022).

Ia mengatakan, dengan alasan tersebut seharusnya Pemerintah bisa membuat keputusan yang tetap mempertimbangkan bagaimana dampak-dampak yang akan terjadi bagi masyarakat di Indonesia.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 untuk Subsidi energi dianggarkan Rp 208 Triliun bukan untuk keseluruhan anggaran.

Ternyata, kenyataan penggunaan anggaran yang digunakan untuk BBM dan LPG 3 Kg baru mencapai Rp. 54,31 Triliun (36,36%), subsidi untuk listrik baru mencapai Rp. 21,27 Triliun (35,71%). Sehingga alasan Presiden Jokowi bahwa subsidi BBM membebani APBN jelas sangat keliru.

Selain itu, Ucap Muhaimin, ditinjau dari alasan Pemerintah terkait peningkatan harga Minyak Dunia yang meningkat. Padahal sudah jelas, pada Bulan Maret 2022 dengan kenaikan tertinggi sebesar US$ 123,7 sedangkan per-awal September 2022 harga Minyak Dunia turun menjadi sebesar US$ 86,6, yang berarti Pemerintah sudah gagal dalam memberikan alasan konkrit.

“Yang menjadi alasan dari adanya peningkatan harga BBM bersubsidi, dan justru dengan tergesa-gesanya keputusan tersebut. Seakan Pemerintah ingin menggunakan subsidi tersebut untuk proyek lainnya yang justru merugikan rakyat.”Tegas Dia.

Oleh karena itu, upaya pemerintah agar meredam dan menghindari adanya demo sebagai bentuk protes yang akan dilakukan oleh masyarakat adalah dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Selanjutnya, digunakan untuk menanggulangi dari adanya dampak kenaikan BBM, BLT sebesar Rp.600.000,- untuk 4 bulan (Rp.150.000/bulan), bukan solusi yang efektif karena pada akhirnya justru seakan akan Pemerintah ingin menjadi pihak yang baik dengan memberikan bantuan yang tentu tidak akan cukup dengan dampak yang akan ditimbulkan akibat dari adanya kenaikan harga BBM Subsidi.

“Dampak buruk dari kenaikan harga BBM akan sangat terasa oleh masyarakat menengah ke bawah, baik dari sektor perputaran roda ekonomi, industri, pertanian, nelayan, buruh dan sektor lainnya.”Paparnya.

Sementara, ditengah kondisi negara kita dengan ancaman resesi, inflasi yang terus meningkat, kondisi perekonomian masyarakat yang belum pulih pasca pandemik COVID-19. Seharusnya pemerintah berfokus pada apa yang menjadi permasalahan inti dan harus diselesaikan, sehingga bisa menghasilkan solusi yang justru mendukung masyarakat dengan kehadiran negara didalamnya.

Adapun itu, permasalahan yang justru harus di selesaikan oleh Pemerintah, alih-alih menaikan harga BBM diantaranya adalah :

1. Adanya Mafia Bahan Bakar Minyak yang merugikan bagi negara

2. Permasalahan Bahan Bakar Minyak Bersubsidi yang tidak tepat sasaran

3. Lemahnya pengawasan dari pemerintah dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak Bersubsidi

4. Naikan upah buruh

Keputusan pemerintah menaikan harga BBM yang dibuat tidak sesuai dengan aturan-aturan yang

berlaku diantaranya :

1. UUD 1945

2. UUD 1945 Pasal 27 Ayat 2 tentang hak atas pekerjaan dan penghidupan layak

3. UUD 1945 Pasal 33 tentang Hak Atas Perekonomian

4. UUD 1945 Pasal 34 tentang Hak Atas Kesejahteraan Sosial.

5. Perpres No. 191 Tahun 2014 Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

 

(Rizky/tasikraya)

 

 

 

 

 

banner
  • Bagikan