Di Warnai Kekacauan, Forsil Tasikmalaya Soroti Sekolah Maung Minim Gaung

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Forum Silaturahmi Rt/Rw (Forsil) Tasikmalaya angkat bicara terkait Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Jawa Barat, diwarnai kekacauan.

Tatan Surahman, Sekretaris Forsil Tasikmalaya melihat kebijakan baru Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang digadang-gadang menjadi solusi pemerataan.

Akan tetapi, justru berujung pada malpraktik birokrasi digital yang merugikan ribuan calon siswa.

Alih-alih mempermudah proses, lanjut Tantan, sistem yang dikelola oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat ini justru dihantam polemik klasik yang tak kunjung usai.

Salah satunya, mulai dari sistem yang lumpuh (down), hilangnya data murid, fluktuasi nilai yang aneh.

Kenapa minimnya Gaung, dikarenakan Sekolah Maung ini minim sosialisasi terhadap masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan.

“Kenapa harus ada PCMB, kalau memang polanya hampir sama dengan SPMB, dalih pemetaan tapi nyatanya sudah masuk pada ruang-ruang penetapan. Sehingga yang kalah saing di tahap PCMB tidak bisa masuk Sekolah Maung.”Ujar Tatan Surahman kepada tasikraya.com, Minggu (14/6/2026).

Tatan menyebutkan kenapa di PCMB ada rangking, kan cuma pemetaan kok di ranking.

Selanjutnya, Siswa yang fokus daftar di Sekolah reguler tergeser oleh yang kalah saing di Maung.

“Ini tidak adil.”Singkat Tantan.

Sekretaris Forsil Tasikmalaya menyarankan kalau bisa Sekolah Maung itu jangan full satu Sekolah.

“Sekolah Maung itu jangan full satu Sekolah, cukup saja 2 kelas dari setiap Sekolah yang dianggap cocok untuk Sekolah Maung. Supaya kesempatan belajar menjadi sama tanpa diskriminasi.”Tegas Tantan.

Sekolah Maung juga tidak adanya informasi jelas terkait bobot nilai jalur non akademik.

Contohnya bobot nilai sertifikat, bahwa rasa masyarakat banyak yang tidak tau terkait hal ini.

“Saya meyakini mayoritas masyarakat bingung dengan penerimaan Siswa tahun ini, bisa jadi orang dalam Disdik pun ada yang tidak faham buktinya salah satu Pejabat Disdik kena copot.”Pungkasnya.

  • Bagikan