Mengejutkan ! Baru Beberapa Hari Labelisasi, Banyak Penerima Bansos di Bantarkalong Menyatakan Ingin Mundur

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Pemasangan stiker atau labelisasi penerima bansos di Kecamatan Bantarkalong baru saja dilaksanakan beberapa hari ke belakang, yaitu pada hari Rabu (20/02/2020), namun reaksi yang muncul sangat mengejutkan, banyak KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang menyatakan ingin mundur.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu pendamping PKH yang memegang wilayah Desa Simpang, Mimma Fatmala, kepada Tasikraya.com Mimma menjelaskan sebelum pelaksanaan labelisasi saja sudah banyak KPM PKH yang datang ke rumahnya menyatakan ingin mundur. Pelaksanaan labelisasi di Desa Simpang sendiri baru dilakukan pada satu kelompok, namun sudah ada 6 orang yang menyatakan mundur dari kepesertaan PKH, Mimma berharap dengan labelisasi mampu meningkatkan kesadaran KPM.

“Setelah dilaksanakannya labelisasi, kami menerima beberapa KPM yang menyatakan ingin mundur dari PKH, mereka sadar dan ikhlas keluar dari PKH karena ingin memberi kesempatan kepada keluarga lain untuk bisa mendapatkan bantuan sosial” ungkap Mimma.

Pendamping PKH Kecamatan Bantarkalong lainnya, Tati S.Pd, berharap labelisasi ini bisa meningkatkan ketepatan sasaran dari program bansos pemerintah yang salah satunya adalah PKH, karena dengan adanya labelisasi maka semua pihak bisa ikut mengontrol siapa saja penerima bantuan, termasuk masyarakat sekitarnya.

“Harapannya dengan labelisasi ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa bantuan sosial itu adalah program untuk masyarakat pra-sejahtera, sehingga nantinya lebih tepat sasaran” katanya.

Di tempat terpisah, Hermin Indra Gunawan sebagai Koorkab PKH Wilayah Selatan menyampaikan apresiasinya kepada pihak desa yang telah melaksanakan labelisasi, Hermin berharap desa-desa di kecamatan lain bisa mengikuti, karena labelisasi ini sangat bermanfaat terutama dalam mendukung upaya graduasi mandiri.

“Kami sangat mengapresiasi desa-desa di Kecamatan Bantarkalong yang telah melaksanakan labelisasi, karena ini akan mengurangi potensi kesalahan data dalam penerima program bansos, dan juga membantu upaya graduasi yang dicanangkan Kementerian Sosial, terbukti hari ini sudah ada beberapa KPM yang menyatakan ingin mundur dari PKH.” Ujarnya. (rinal/tasikraya.com)

  • Bagikan