Hilang Dua Hari di Laut, Jasad Arif Nelayan Cipatujah Ditemukan

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya, tasikraya.com-
Pencarian panjang selama dua hari di perairan Laut Selatan Tasikmalaya akhirnya berakhir. Korban Arif (45) Nelayan warga Kampung Alur, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, yang hilang setelah tersambar petir saat melaut, ditemukan dalam kondisi meninggal Dunia.

Penemuan jasad korban mengakhiri duka dan penantian keluarga serta seluruh tim penyelamat Gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nelayan setempat, dan warga.

Sejak laporan diterima, tim gabungan memang langsung bergerak melakukan pencarian, melibatkan penyisiran darat, laut, dan pesisir Pantai Cemara. Namun, upaya pencarian pada hari terhambat oleh gelombang tinggi dan cuaca buruk yang terus melanda perairan Laut Selatan.

“Pencarian terkendala gelombang tinggi.”Kata Cahyono, Kabid Darurat Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/11/2025).

Dua hari pencarian intensif, kata Cahyono, korban akhirnya ditemukan oleh tim gabungan.

Kapolsek Cipatujah, AKP Supian mengatakan pencarian hari ketiga dimulai Pukul 09.00 WIB dan berhasil menemukan korban.

Sementara, Kepala Desa Ciheras, AKH Asluri mengonfirmasi penemuan tersebut. Jasad korban ditemukan sekitar satu kilometer dari bibir Pantai Cemara.

“Tadi sudah dibawa oleh tim kepolisian untuk pengecekan mungkin diotopsi.”Ungkap Asluri.

Sampai ini, jenazah almarhum Arif telah dievakuasi oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.

Situasi dilokasi penemuan dilaporkan aman dan kondusif, mengakhiri tragedi yang menyisakan duka mendalam di kalangan Nelayan Cipatujah. Arif dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering membantu sesama Nelayan.

Selain itu, diketahui peristiwa nahas yang menimpa Arif terjadi pada Selasa Sore (18/11/2025). Dia berlayar bersama putranya, Riki (18), untuk memasang jaring dan mencari ikan layur yang sedang melimpah. Keduanya berangkat dari Pelabuhan Panglemuan, Garut, menuju perairan Pantai Cemara, Desa Ciheras.

Kemudian, sekitar Pukul 15.30 WIB, cuaca di perairan berubah drastis. Langit mendadak gelap, angin kencang, dan hujan deras melanda, disertai sambaran petir yang aktif di permukaan laut.

Menurut saksi, Perahu yang mereka tumpangi dihantam petir sebanyak dua kali. Sambaran pertama hanya membuat Perahu oleng. Namun sambaran kedua dilaporkan mengenai tubuh Arif secara langsung, seketika membuatnya terpental dan jatuh ke laut.

Melihat ayahnya jatuh, Riki, sang anak, dilanda kepanikan hebat. Ia berjuang keras untuk menyelamatkan ayahnya di tengah kondisi yang sangat ekstrem.

“Riki berupaya menyelamatkan ayahnya menggunakan alat seadanya. Ia bahkan nekat turun ke laut, meskipun ombak tinggi dan petir masih aktif menyambar.”Tegas AKP Supian, Kapolsek Cipatujah.

Riki terus mencari ayahnya hingga menjelang Malam, sekitar Pukul 19.00 WIB. Namun, karena situasi semakin gelap dan berbahaya, Riki akhirnya kembali ke darat untuk meminta pertolongan.

  • Bagikan