RSUD dr Soekardjo Akui Pelayanan Kurang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr Titie Purwaningsari mengakui bahwa Pelayanan RSUD Kota Tasikmalaya amat buruk. Hal tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media di ruanganya, Senin (4/9/2023).

“Saya mengakui bahwa pelayanan kita di RSUD Dr Soekardjo memang kurang memadai, masih banyak yang harus di evaluasi, baik dari segi pelayanan maupun peralatan medis lainnya.”Ujar dr Titie Purwaningsari kemarin pagi ditemui tasikraya di ruanganya, Selasa (5/9/2023).

Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soekarjo Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dinilai buruk oleh masyarakat.

Dikarenakan ada salah satu kejadian, Senin 28 Agustus 2023 Petang Pukul 17.00 WIB. Tidak ada satupun Pegawai RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya memperhatikan kondisinya pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ketika datang seorang pasien dari Kp Saguling Panjang, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu. Waktu lalu, keluarga pasien datang menggunakan Mobil Mini Bus GAZA hendak mendapatkan perawatan medis untuk pasien yang sesak nafas.

Namun, sekitar 45 menit lamanya pelayanan belum juga diberikan kepada pasien. Sehingga pasien di larikan ke RS Jasakartini oleh keluarganya, pasien langsung di tangani dan disarankan untuk dirawat.

Akan tetapi, Allah berkehendak lain, pasien almarhum Adang (50) yang di Rawat di RS Jasakartini meninggal Dunia Kamis 31 Agustus 2023 Pagi Pukul 06.00 WIB. Keluarga pasien sangat menyayangkan, RSUD Dr Soekardjo tidak melayani pasien yang kritis.

Rizal selaku keluarga korban mengatakan kondisi darurat Rumah Sakit tidak boleh menolak pasien tetap harus memberikan pertolongan pertama.

“Jadi stabilisasi pasien perlu dilakukan dan baru kemudian dilakukan rujukan.”Cetus Rizal kepada tasikraya

Pasien yang datang ke RSUD Soekardjo dalam kondisi kriteria Gawat Darurat medis atau Emergency sesuai dengan Perpres no 63. Tahun 2018 pasal 63.

Dalam hal tersebut kiteria pasien adanya gangguan jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi perlu tindakan segera sesuai aturan Permenkes nomor 26 Tahun 2020.

Bahwa pelayanan kesehatan darurat medis adalah pelayanan kesehatan yang harus diberikan secepatnya untuk mencegah kematian, keparahan dan atau kecacatan sesuai kemampuan fasilitas kesehatan.

Dengan begitu, Pelayanan RSUD Soekardjo Tasikmalaya tidak mengindahkan aturan Permenkes tersebut. Pasien yang datang tidak ditindak sama sekali malahan di biarkan di atas mobil dengan dalih RSUD penuh.

 

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan