Ribuan Botol Miras Hasil Razia di Kota Tasikmalaya Dimusnahkan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya-Sekitar 2.400 kurang lebih Minuman Keras (Miras) hasil Razia, pada hari Jumat (9/12/2022) dimusnahkan di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dalam menjaga kondusifitas, Ribuan botol Miras tersebut Pemerintah Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri serta tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya.

Iwan Kurniawan Kasatpol PP Kota Tasikmalaya mengatakan miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil razia yang dilaksanakan awal bulan Desember lalu.

Tentu dari hasil razia ini, kata Iwan, telah ditemukan barbuk di berbagai wilayah Kota Tasikmalaya. Botol miras ditemukan di berbagai tempat penyimpanan seperti Rumah, Warung Kelontong, hingga Rumah Kosan.

Iwan menyebut razia miras itu berawal dari temuan salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, bahwa ada tempat yang memperjualbelikan miras.

Kemudian, setelah menerima laporan, pihak Satpol PP Kota Tasikmalaya mendatangi lokasi tersebut. Dan hasilnya, ditemukan miras dari berbagai merek, dari mulai yang murah sampai yang mahal.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menegakkan peraturan daerah terkait miras.”Ucap Kasatpol PP Kota Tasikmalaya kepada awak media.

Selanjutnya, dari Satpol PP, telah memberikan teguran, yang dituangkan dalam berita acara teguran lisan kepada pemilik miras itu. Sementara miras hasil razia itu disita untuk dimusnahkan.

“Kami juga memberikan pembinaan pembinaan kepada para pelaku, agar tidak lagi menjual miras.”Singkat dia.

Adapun itu, aktivitas jual beli miras di wilayah Kota Tasikmalaya merupakan sesuatu yang dilarang.

Karena, tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol di Kota Tasikmalaya. Dalam Perda itu, kata Iwan, penjual miras bisa diancam hukuman penjara maksimal 6 bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.

Kasatpol PP juga mengaku, selama ini pihaknya lebih sering memberikan pembinaan kepada para pelaku, alih-alih memberikan sanksi pidana. Dengan pembinaan itu, diharapkan para pelaku tak lagi melakukan aktivitas jual beli miras.

Jelang Natal dan Tahun Baru, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terkait peredaran miras di Kota Tasikmalaya.

“Menjelang Nataru, kami terus tingkatkan pengawasan. Kami juga membuka layanan aduan, apabila ada masyarakat yang mau melapor.”Sebutnya.

Iwan meminta, agar masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan di lingkungannya masing-masing. Dikarenakan, berdasarkan hasil operasi selama ini, banyak rumah atau kosan yang dijadikan tempat penyimpanan miras.

Selanjutnya, kata Iwan, pihak terkait sudah berkoordinasi dengan aparat di lingkungan masyarakat.

“Pak RT, Pak RW, LPM, semua harus ikut mengawasi. Masyarakat yang keluar masuk juga harus teridentifikasi. Takutnya ada tempat penyimpanan miras.”Ungkap dia.

Sementara itu, menurut PJ Walikota Tasikmalaya, dr Cheka Virgowansyah, menuturkan ribuan botol miras itu merupakan hasil sitaan dari operasi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja bersama Aparat TNI dan Polri di wilayah Kota Tasikmalaya dalam beberapa waktu terakhir.

Kendati demikian, operasi yang dilakukan itu merupakan salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan Pemkot.

“Hari ini kita musnahkan mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadikan bentuk pengawasan pemerintah bersama dengan aparat TNI/Polri, agar kota tasik makin aman dan kondusif.”Tegasnya.

Terakhir, Cheka mengatakan dengan banyaknya sitaan ribuan miras yang di dapatkan itu menunjukan bahwa masih ada peredaran miras di wilayah Kota Tasikmalaya.

Dengan begitu, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terkait peredaran miras di Kota Santri.

 

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan