PMII Kota Tasikmalaya Demo Walikota, Soroti Masalah Pertanian

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi damai di Bale Kota, PMII menuntut Walikota Tasikmalaya untuk lebih memperhatikan nasib petani di Kota Tasikmalaya yang semakin terpinggirkan.

Muhammad Aminudin sebagai korlap aksi mengatakan, ada beberapa kecamatan yang punya potensi untuk dikembangkan masalah pertaniannya, yaitu Ciberem, Kawalu, Mangkubumi, Bungursari, dan Purbaratu.

PMII Kota Tasikmalaya menyoroti belum adanya regulasi yang melindungi petani, seperti regulasi masalah pasar dan alih fungsi lahan pertanian, sehingga rawan terjadi monopoli pasar yang mengakibatkan kerugian bagi petani.

“Kita desak untuk Pemkot perihal LP2B itu sangat penting. Karena, dari kemarin yang sudah di follow up menjadi pembahasan akhir tahun. Saya rasa LP2B itu menjadi perlindungan untuk lahan Petani supaya tidak terjadi alih fungsi lahan.”papar Aminudin.

Sementara itu, Ketua PMII Kota Tasikmalaya, Muhaimin Ahmad Basith menyampaikan, semakin kesini lahan pertanian malah semakin sempit, maraknya pembangunan di Kota Tasikmalaya tidak seimbang dengan jaminan keberlanjutan untuk para Petani.

“Apalagi saya mendengar kelompok Tani di Kota Tasik Tahun 2019 ada 500 kelompok. Tahun 2021 jumlahnya bertambah menjadi 600 kelompok artinya kelompok Tani semakin berkembang kemudian lahan para Petani semakin sempit.”beber Ketua PMII.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tedi Setiadi menanggapi unjuk rasa PMII Kota Tasikmalaya, menurutnya apa yang disuarakan oleh PMII sejalan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Dinas Pertanian, yaitu mendorong LP2B segera dibuat Peraturan Daerah (Perda)-nya.

“Kita tahun ini rancangan perdanya sudah selesai, dan sudah masuk di bagian Hukum Setda. Informasi terakhir kemarin sudah terjadi komunikasi antara setda bagian hukum dengan dari DPRD yang antara lain menjadi prioritas penyusunan perda LP2B.”imbuhnya.

 

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan