Tasikmalaya, tasikraya.com–
Viral di media sosial Tokoh Agama di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya mendapat perlakuan kekerasan, Rabu (15/4/2026).
Bahkan, Videonya di spill oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat. Korban itu bernama Abdul Yani sempat dibawa menuju Puskesmas untuk mendapat penanganan medis.
“Kejadian dugaan penganiayaan di Desa Cayur, korbanya mendapat perawatan dan kondisinya semakin membaik.”Ucap PLT Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana pada wartawan, Minggu, 19 April 2026.
Polisi pun tidak tinggal diam, langsung bergerak cepat. Selain amankan situasi, terduga pelaku berusaha diamankan. Terduga pelaku disinyalir merupakan anggota Serikat tertentu.
“Jadi korban ini melintas ke lokasi tempat beberapa orang dari Serikat habis halal bil halal. Kejadian yang akhirnya viral terjadi disitu. Tetapi situasi bisa dikendalikan dengan cepat.”Ungkap Agus.
Aparat Kepolisian Resort Tasikmalaya berhasil menangani kasus ini. Terduga pelaku telah berada di Markas Komando (Mako) Polres Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah menangani kasus tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Terkait kasus dugaan penganiayaan di Cikatomas, kami dari Polres Tasikmalaya sudah bertindak sesuai prosedur hukum.”Ujarnya.
Selain itu, terduga pelaku saat ini telah berada di Polres Tasikmalaya untuk menjalani proses pemeriksaan dengan pendampingan kuasa hukum.
“Kami menghimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kami tangani secara prosedur hukum dan profesional.”Ujar Ipda Agus.
Agus menyebutkan bahwa proses pengamanan terduga pelaku dilakukan melalui pendekatan persuasif oleh anggota gabungan dari berbagai fungsi kepolisian.
Upaya tersebut melibatkan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
“Setelah dilakukan pendekatan dan penggalangan oleh anggota, akhirnya terduga pelaku secara kooperatif mendatangi Polres Tasikmalaya.”Jelas dia.
Saat ini, yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami kasus tersebut.
Pihak kepolisian memastikan akan menangani perkara ini secara profesional dan transparan, serta menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Motif penganiyayaan masih terus didalami.
“Motifnya lagi didalami, penting semua pihak bersabar dan percayakan pada polisi.”Pungkas Ipda Agus.

