Merasa Aksi Demonya Dinomor-duakan, SEMATA Tinggalkan Walikota

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Pemerintah Kota Tasikmalaya mendapatkan dua aksi demonstrasi pada saat yang bersamaan, yaitu dari Serikat Mahasiswa Tasikmalaya (SEMATA) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya, Senin (20/9/2021).

Serikat Mahasiswa Tasikmalaya (SEMATA) datang pada pukul 12.30 WIB dan melakukan unjuk rasa di depan Gedung Bale Kota, kemudian disusul massa aksi dari HMI Cabang Tasikmalaya pada pukul 14.00 WIB yang mengambil posisi aksi di belakang Bale Kota Tasikmalaya.

Setelah hampir tiga jam melakukan unjuk rasa, Walikota Tasikmalaya justru menemui lebih dulu massa aksi dari HMI yang datang belakangan, sementara massa aksi dari SEMATA ditemui setelahnya.

Merasa dinomor-duakan dan kecewa, massa aksi langsung membubarkan diri saat ditemui oleh H. Muhammad Yusuf, Walikota Tasikmalaya.

Sementara terkait tuntutan aksi, Korlap aksi, Idham Anshori sebelumnya mengatakan SEMATA menuntut nota kesepakatan kepada Pemkot Tasikmalaya agar meningkatkan pelayanan OPD, dan rotasi mutasi harus dilaksanakan atas dasar semangat pelayanan publik dalam upaya peningkatan kinerja demi tercapainya good government.

Idham juga mewanti-wanti agar pengisian slot eselon harus mengikuti mekanisme open bidding dan uji kelayakan, proses tersebut harus dilaksanakan secara profesional, jangan sampai menjadi ajang jual beli jabatan.

SEMATA juga menuntut penyelesaian berbagai program pembangunan di Kota Tasikmalaya dan pemulihan ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

“Selanjutnya, selesaikan pembangunan jalan lingkar utara, dalam hal ini menjadi program yang diprioritaskan oleh Walikota untuk memastikan lapangan usaha dengan memaksimalkan program yang ada. Segera tuntaskan pemulihan ekonomi masyarakat dari dampak pandemi dan yang terakhir jaga ekosistem lingkungan hidup di Kota Tasikmalaya.”paparnya.

 

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan