Mahasiswa Tasikmalaya Tantang Dewan Gerindra Mubahalah

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya, tasikraya.com
Dalam upaya menuntut kejujuran dari para anggota Dewan Fraksi Gerindra Kota Tasikmalaya. Sejumlah Mahasiswa Koalisi Mahasiswa Pecinta Negeri (KOMPENI) mengambil langkah yang tak biasa dengan menantang seluruh anggota Dewan Fraksi Gerindra untuk melakukan Mubahalah.

Tantangan ini muncul sebagai respons atas dugaan pelanggaran integritas yang dilakukan oleh Sang Pejabat yang hingga kini belum mendapatkan klarifikasi yang memadai.

“Kenapa kami menantang untuk Mubahalah, karena Mubahalah adalah Tradisi dalam Islam dimana dua pihak yang berselisih bersumpah di hadapan Allah untuk menegaskan kebenaran masing-masing. Dengan risiko mendapatkan kutukan jika salah satu pihak berdusta. Meski jarang dilakukan dalam konteks modern, Mubahalah dianggap sebagai simbol keberanian dan keyakinan akan kebenaran.”Ungkap Dion Fakhruroji Korlap Kompeni pada tasikraya.com, Jumat Malam (13/12/2024).

Menurut Dion, Tantangan ini buntut dari audensi Mahasiswa yang tergabung Kompeni kemarin tentang permintaan klarifikasi kebenaran anggota Dewan Fraksi Gerindra yang tersebar luas di data tim buser 04.

“Yang mana di dalamnya ada nama nama seperti Pak Aslim, Pak Irman, Bu Evi dan anggota Dewan Gerindra lainnya.”Ujar Dion.

Meski sudah ada desakan publik untuk menjelaskan, kata Dion, para anggota dewan yang tercantum di data tim buser 04 belum memberikan jawaban.

Para Mahasiswa yang tergabung dalam KOMPENI, merasa bahwa langkah Mubahalah perlu dilakukan untuk menuntut tanggung jawab moral.

“Kami menantang Pak Aslim, Pak Irman, Bu Evi dan anggota Gerindra lainnya yang tercantum di data tim buser 04 untuk melakukan Mubahalah sebagai bentuk pembuktian bahwa apa yang beliau katakan adalah kebenaran. Jika memang tidak ada yang disembunyikan akan tetapi jika berdusta semoga alloh swt melaknat secepatnya dalam waktu yang tidak lama. Mubahalah seharusnya menjadi jalan untuk mengakhiri polemik ini.”Tegas Dion Fahruroji.

Dion menyebutkan bahwa langkah ini bukan sekadar provokasi, melainkan upaya mengingatkan para pejabat untuk bertindak jujur dan bertanggung jawab kepada rakyat.

Apalagi Mubahalah ini tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Imron Ayat 61 ‘Sebagai orang islam tentunya para anggota dewan jangan takut apabila benar benar tidak melakukan money politik.’

“Langkah ini menunjukkan bahwa kami tetap akan kritis dalam mengawasi pejabat publik, tetapi juga meminta pertanggung jawaban moral dan spiritual sebagai bentuk integritas.”Tegas dia.

Terakhir, kata Dion, Mubahalah mungkin bukan solusi hukum, tetapi sebagai simbol keberanian langkah ini menyampaikan pesan kuat: kejujuran tidak bisa ditawar, terutama bagi mereka yang memegang amanah rakyat.

“Dan kami minta kepada Jendral (Purn) H. Prabowo Subianto selaku pimpinan tertinggi Partai Gerindra untuk mengevaluasi anggota Dewan Fraksi Gerindra Kota Tasikmalaya dan Ketua DPD Gerindra Jawabarat apabila benar melakukan praktek money politik.”Pungkasnya. (*)

  • Bagikan