Konspirasi Membelenggu Covid-19

  • Bagikan
banner 468x60

Penulis: Dini Yuliana Solin

(Peserta Advance Training Badan Koordinasi Riau- Kepulauan Riau)

 

Konspirasi adalah suatu persekongkolan untuk menjalankan rencana besar. Kata-kata konspirasi selalu menarik minat banyak orang. Mendengar kata konspirasi, yang terlintas pasti adalah teori-teori konspirasi yang dihubungkan dengan berbagai peristiwa besar, dan memiliki dampak yang masif

 

Pada awal 2020, teori konspirasi digencarkan melalui sebuah penyakit yang diaebabkan virus Covid-19, berbagai pendapat menyusupi pemikiran masyarakat dan membingungkan antara fakta atau hoax. Namun studi ilmiah menyampaikan bahwa virus ini nyata adanya, terlihat dari meningkatnya angka kematian akibat covid dan penurunan ekonomi global akibat kebijakan karantina wilayah yang diberlakukan

Berbagai pendapat menjelaskan bahwa virus ini berasal dari Wuhan China, teori konspirasi ini dilandasi adanya perakitan sinyal 5G sebelum pandemi, teori ini mengklaim sinyal 5G menyebabkan radiasi dan memicu Covid-19, sehingga menyebabkan penganut teori ini di Eropa membakar menara² pemancar telekomunikasi. Teori konspirasi lainnya menyebutkan Covid-19 adalah senjata biologis yang dikembangkan dan bocor melalui laboratorium di Wuhan. Dan teori yang paling populer adalah Depopulasi Bill Gates, yang menyebutkan terkait beredarnya video Bill Gates pada tahun 2015 tentang pernyataannya bahwa di tahun 2020 dunia akan dibekap oleh pandemi, sehingga yang menganut teori ini menganggap Bill Gates memiliki rencana besar untuk mengurangi populasi dunia. Dari teori konspirasi ini menimbulkan teori baru bahwa Covid-19 adalah Hoax sehingga menyulut masyarakat untuk melakukan pengambilan gambar dan perekaman video di rumah sakit, teori ini di dasari bahwa rumah sakit semakin hari semakin sedikit dikunjungi.

 

Berbagai teori asal muasal Covid-19 tidak berujung, hingga teori konspirasi vaksin pun digalakkan oleh sekelompok orang, dari pandangan kaca mata pemerintah untuk mengendalikan pandemi ini diperlukan adanya kerjasama dengan berbagai stakeholder untuk mencapai Herd Immunity melalui vaksin.

 

Berdasarkan laporan Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode juli 2021, 55,5% masyarakat masih enggan melakukan vaksin, hal ini berkaitan dengan kabar yang berkembang di masyarakat bahwa vaksin tidak aman bagi kesehatan, karena mengingat pendapat dari berbagai kalangan, ada yang menyebutkan bahwa vaksin tidak halal dan membahayakan sehingga menyebabkan kematian.

 

Teori konspirasi ini perlu dibarengi dengan teori keilmuan yang membenarkan adanya pandemi covid yang dibuktikan dari sektor kehidupan yang dipengaruhinya.

 

*Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

  • Bagikan