Tasikmalaya, tasikraya.com–
Suasana Sunyi di Perkebunan di wilayah Desa Nanggewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah duka setelah seorang warga ditemukan meninggal dunia di area Kebun Kopi, Rabu Siang (13/5/2026).
Korban gantung diri diketahui SH (56) seorang Buruh Harian Lepas Warga Desa Nanggewer, Kecamatan Pagerageung.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar Pukul 13.00 WIB oleh seorang saksi bernama Diding (55) yang saat itu tengah berada di area Perkebunan.
Ketika melintas di sekitar lokasi, saksi melihat sebuah tas tergantung di Pohon Kopi yang diduga milik korban.
Diding merasa curiga, ia kemudian memanggil nama korban sambil mendekati lokasi.
Namun, sesampainya di sekitar Pohon Kopi, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung menggunakan tali tambang plastik yang diikatkan ke pohon dan leher korban.
Diding kemudian segera menuju permukiman warga untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada Ahmad Rahayu, Perangkat Desa setempat sekaligus Kepala Wilayah Nyalenghor.
Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak Kepolisian Sektor Pagerageung.
Tak lama berselang, Aparat Gabungan dari unsur Muspika Pagerageung, anggota Polsek Pagerageung, unit identifikasi, personel Reskrim, Babinsa Desa Nanggewer Serka Kusnadi, Tokoh masyarakat serta warga sekitar mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah barang milik korban berupa tas berisi perlengkapan berkebun seperti kopi, rokok, air minum, termos kecil, makanan ringan, serta sebilah golok yang masih terikat di pinggang korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga, korban diketahui berangkat dari Rumah sekitar Pukul 07.30 WIB untuk menjalankan aktivitas rutin menyadap getah pinus di kawasan Perkebunan milik Perhutani.
Hingga kini, penanganan perkara dilakukan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Pihak keluarga korban disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Di balik rindangnya Kebun Kopi Pagerageung, siang itu suasana berubah sunyi, menyisakan keheningan yang menyentuh hati masyarakat setempat.

