Kabar Gembira!!! 3 Orang Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Membaik, 1 Orang Sembuh Total

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya – Estimasi Penyebaran wabah Covid-19 di Kota Tasikmalaya tentunya sangat Fluktuatif dengan temuan-temuan kasus yang ada. Sementara ini di Kota Tasikmalaya Orang Dalam Pemantauan (ODP) sekarang ada 300 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 12 orang, yang Positif Covid-19 sekarang ada sekitar 6 orang.

Menurut Kadinkes Kota Tasikmalaya, Dr Uus Supangat saat di temui tasikraya.com di Jln.Hz Mustopa, Kamis (02/04/2020). Rupanya Tenaga Kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya dalam satu bulan kedepan paling tidak kita membutuhkan 700 APD yang pengadaannya langsung. Ucapnya

Tentu sekarang banyak yang berkontribusi dengan adanya wabah Covid-19 ini, dengan bekerja sama bersama IDI, PMI, IBI serta dengan Dinas Kesehatan.

Adapun itu, ujung tombak kami adalah yang di Puskemas yang harus memberikan pelayanan-pelayanan seperti biasa. Lalu, untuk bagi yang di Rumah Sakit juga tentu sesuai dengan disiplinnya ilmunya masing-masing.

“Seperti Para Dokter Spesialis, terutama Spesialis Penyakit Dalam, mereka terus memberikan pelayanan terhadap pasien Covid-19 ini”. Ujar Dr. Uus Supangat.

Untuk jumlah tenaga Medis yang sekarang kita miliki di Puskesmas itu kurang lebih ada 500 orang, Kemudian yang di Rumah Sakit lumayan banyak juga.

“Ya, paling saya bisa Estimasi itu sekitar 900 total semua yang memang sekarang aktif memberikan pelayanan secara Profesional di Bidangnya, karena ada Dokter Spesialis, ada Dokter Umum, dan Dokter IGD”. Imbuhnya.

Yang paling penting sekarang Pihak Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya ingin memberikan Optimisme kepada masyarakat.

“Alhamdulillah yang terkonfismasi positif Covid-19 dari 6 orang itu walaupun ada yang meninggal, tapi perlu kita ketahui bersama bahwa sebetulnya yang meninggal itu ada Penyakit penyerta usia lanjut, dan ada yang paling menggembirakan lagi sekarang ini dari yang tiga orang positif ini kondisinya jauh lebih baik dan sekarang perkembangannya sudah sangat jelas”. Tegas Kadinkes Kota Tasikmalaya.

Kendati demikian, dua orang sudah tidak pake infus sudah bisa beraktivitas di kamarnya masing-masing dan yang satu paling menggembirakan ketika di sedot ulang hasilnya Negatif. Ini akan memberikan optimisme kepada kita semua. Tuturnya.

Kita juga harus berhati-hati tangani Covid-19, kita juga jangan terlalu panik, kita hadapi intruksi-intruksi dari Pemerintah, jalankanlah yang dianjurkan Pemerintah sehingga insya alloh itu yang terbaik yang kami berikan pada masyarakat Tasikmalaya.

“Covid-19 di Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah ada yang Negatif artinya ini sembuh. Sementara, yang dua positifnya lagi, alhamdulillah sampai sekarang perkembanganya lebih baik dan sudah tinggal menunggu hasil lab, bila hasil lab negatif ini bisa di pulangkan”. Papar Kadinkes

Sementara, untuk PDP dari 12 orang, 8 orang sudah kita pulangkan, sekarang yang positif covid-19, satu sudah baik serta sembuh dan hasil cek negatif, yang dua perbaikan, ini ada penurunan setelah ditangani dengan baik.

Untuk yang ODP, memang sekarang naik dan kitapun bisa memaklumi, karena masyarakat belum memahami betul-betul Physical Distancing, dan pembatasan aktivitas sosial. Sehingga, dari luar Daerah masih tetap memaksakan masuk ke Kota Tasik dan mudah-mudahan Physical Distancing bisa berjalan dengan baik.

“Kalo ada Penambahan ODP, karena memang mereka berdatangan dari daerah terjangkit. Apalagi elite masa bekerja dirumah ini sekali lagi jangan diartikan liburan. ini sebagai upaya dari memutus siklus penyebaran mata rantai Covid-19”. Ungkapnya.

Dr. Uus selaku Kadinkes Kota Tasikmalaya berharap,
“Ayo kita bangun optimisme jangan dihadapi dengan panik, terutama satu hal, bila mana ada yang meninggal karena Covid-19 masyarakat tidak perlu ada lagi penolakan, itu yang setiap terpapar covid-19 akan di tangani rumah sakit dan itu sudah di berlakukan protokol penata pemulasaraan Jenazah sesuai dengan Protokol Kesehatan. Insya alloh, itu di jamin keamanannya tidak akan menularkan dan tidak akan mencemari lingkungan sehingga tidak perlu lagi ada penolakan jenazah Covid-19”. Pungkasnya.

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan