Ini Tiga Komitmen Pemkab Tasikmalaya Pada Arah Pembangunan Nasional

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Pemkab Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menyelaraskan seluruh program pembangunan daerah dengan kebijakan strategis nasional.

Penyelarasan tersebut mencakup sektor pembenahan infrastruktur jalan, revitalisasi sarana Pendidikan, penguatan ekonomi akar rumput melalui Koperasi Desa, hingga program jaminan sosial dan kesehatan masyarakat.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menyebutkan komitmennya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan-RI di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan pemaparan capaian kinerja Pemerintah Pusat oleh Presiden memberikan optimisme dan energi baru bagi Pimpinan Daerah serta seluruh Aparatur di lingkungan Pemkab Tasikmalaya.

“Setelah menyimak dan mendengarkan pidato kenegaraan, ini tentunya menjadi semangat dan motivasi baru bagi kami di Pimpinan Daerah dan seluruh perangkat serta pegawai Pemerintah Daerah untuk menatap masa depan lebih optimis lagi. Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Pusat harus selaras dengan Pemerintah Daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.”Jelas Wabup Tasikmalaya, Asep Sopari di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (14/8/2026).

Dalam sektor infrastruktur, lanjut Asep, Pemkab Tasikmalaya terus mengimbangi langkah Pemerintah Pusat yang merealisasikan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Tasikmalaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk memperbaiki 32 ruas jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten.

Beda halnya, di Bidang Pendidikan, Pemerintah Daerah menyokong program revitalisasi fisik Sekolah dari Pusat dengan memfokuskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya menekan angka anak putus Sekolah agar seluruh anak usia Sekolah dapat mengenyam Pendidikan formal setidaknya hingga 13 tahun.

“Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran untuk revitalisasi Sekolah-sekolah, kita imbangi dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk mendorong anak-anak usia wajib Sekolah terus bersekolah. Anak yang putus Sekolah kita upayakan untuk mencapai Pendidikan 13 tahun.”Ungkap Asep.

Sementara itu, Bidang ekonomi, Pemkab Tasikmalaya menyambut baik fokus Pemerintah Pusat dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis Koperasi Desa.

Pemkab berkomitmen membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi di tingkat Desa agar hasil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pertanian, Peternakan, serta Perikanan warga dapat terserap optimal.

Lanjut Asep, hasil produksi masyarakat tersebut nantinya disalurkan kembali untuk kebutuhan warga Desa dengan harga yang relatif terjangkau, sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar tergerak dari tingkat bawah.

“Ini menceritakan bahwa ekonomi kita betul-betul tumbuh dari akar rumput melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat Desa.”Jelas Asep.

Kendati demikian, Pemkab Tasikmalaya juga bersiap mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas Nasional di Daerah, mulai dari ketahanan pangan, distribusi makan bergizi gratis bagi anak Sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, hingga program pemeriksaan kesehatan gratis.

Seluruh program tersebut akan disinergikan dengan target penanganan tengkes (stunting) dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya.

  • Bagikan