Tasikmalaya, tasikraya.com-
Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar dalam memimpin Upacara Bendera Hari Senin di MAN 1 Kota Tasikmalaya.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan dan penguatan karakter kepada Siswa-siswi MAN 1 Kota Tasikmalaya guna mewujudkan generasi Pelajar yang disiplin, Agamis, visioner, menjunjung tinggi toleransi dalam keberagaman.”Ucap Kompol Ajang Suhendar, SE., M.M, Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Senin (27/7/2026).
Ajang melanjutkan, kita harus punya rasa memiliki kesadaran untuk mencegah dan menolak segala bentuk perundungan (bullying) maupun tindak kekerasan.
“Kami mengapresiasi kepada Kepala MAN 1 Kota Tasikmalaya beserta seluruh jajaran atas kesempatan yang diberikan untuk menjadi Inspektur Upacara.”Jelasnya.
Ia menekankan, kedisiplinan merupakan faktor utama yang membedakan seseorang dalam meraih keberhasilan, bukan semata-mata karena kecerdasan atau bakat.
“Dengan disiplin diwujudkan melalui sikap menepati waktu menghargai aturan menyelesaikan kewajiban serta bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.”Ujarnya.
Dii lingkungan Brimob, kata Ajang, disiplin menjadi landasan utama dalam pelaksanaan tugas pembentukan karakter, penumbuhan rasa tanggung jawab, serta membangun kepercayaan.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun akhlak dan karakter yang baik sehingga menjadi kebanggaan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kemudian, Ajang menyebutkan bahwa nilai-nilai agama harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadi pribadi yang membawa kebaikan, kedamaian, serta menjaga persaudaraan sesuai nilai rahmatan lil ‘alamin.
Lalu, mengajak siswa membiasakan perilaku positif seperti menghormati guru, menyayangi teman, menjaga ucapan, saling membantu, serta mengingatkan dalam kebaikan (amar ma’ruf nahi munkar) dengan cara yang bijaksana.
“Berharap MAN 1 Kota Tasikmalaya menjadi teladan dalam prestasi, kedisiplinan, dan akhlak. Semoga tidak boleh ada tindakan perundungan (bullying), kekerasan, maupun pengucilan terhadap siswa karena adanya perbedaan.”Terangnya.

