Daerah Termiskin dan Sampah Masih Menjadi Masalah Utama Kota Tasikmalaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Status Kota Tasikmalaya sampai saat ini masih menjadi daerah termiskin se-Jawabarat. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim seusai rapat paripurna.

Aslim juga mengungkapkan permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya yang tidak pernah selesai, dan tidak ada penanganan yang memadai.

“Ini PR berat bagi kita.”Ucap H Aslim, SH setelah selesai Rapat Paripurna persetujuan Raperda Kota Tasikmalaya tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2023, di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin Malam (28/11/2022).

Kota Tasikmalaya memang termasuk pusat pengembangan ekonomi di Wilayah Priangan Timur, termasuk di Jabar. Namun, di sisi lain tingkat kemiskinan di Kota Tasikmalaya juga sangat tinggi, sehingga menimbulkan pertanyaan karena roda ekonomi yang bergerak tidak berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.

Aslim mengatakan hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) sedang melakukan sensus pemutakhiran data, harapannya ada perkembangan yang positif setelah hasil pemutakhiran selesai.

“Mudah-mudahan dari hasil sensus bisa kita lihat ada perubahan. Jadi dengan kondisi Tasik di Priangan Timur cukup luar biasa. Tapi kok di rangking kesmiskinan ini belum ada perubahan.”Celotehnya.

Disinggung awak media, sudah sejauh mana dorongan DPRD untuk masalah kemiskinan dan sampah di Kota Tasikmalaya, Aslim menjawab DPRD sudah maksimal dalam mendorong pemerintah untuk menangani hal tersebut.

“Kita sendiri sudah dari dulu untuk mengepush, sudah beberapa rekomendasi yang kita telah usulkan masalah kemiskinan. Setiap Paripurna APBD, LKPJ kita telah sampaikan. Jadi saya melihat, datanya sebenarnya dari mana, soalnya yang kita lihat berbeda-beda.”Jelas dia.

Selain masalah kemiskinan, Aslim menyampaikan masalah terkait sampah di Kota Tasikmalaya.

“Ya, ini suatu keniscayaan untuk menambah Armada, tapi seperti apa juga Pemkot dalam melakukan sosialisasi yang masif untuk mengkampanyeukan masalah kebersihan atau masalah sampah.”Paparnya.

Sampai hari ini, kata Aslim, sampah itu dibersihkan setiap hari, kemudian besoknya sudah menumpuk lagi.

“Itu kan jadi kultur gaya hidup masyarakat kita, saya rasa sehebat apapun alatnya dan armadanya, tapi gaya hidup masyarakat belum sadar atas permasalahan sampah.”Ungkapnya.

Aslim menyebutkan tentunya tidak mudah untuk menyadarkan masyarakat. Namun, dirinya yakin kalau ada kerja sama antara DPRD dan Pemerintah maka masalah bisa menjadi ringan.

“Kita dorong dengan Ormas, tokoh masyarakat dan lain-lain. Semoga ada keseriusan dan kekompakan untuk menyadarkan masyarakat, insya alloh bisa. Tapi kalau tidak saya masih pesimis juga.”Pungkasnya.

 

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan