ATR BPN: Kasus Paling Menonjol di Kota Tasik Adalah Hak Waris

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya-Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) melakukan sosialisasi pencegahan kasus pertanahan dalam rangka memberikan kepastian hukum dan kepastian hak tanah dilingkungan kantor pertanahan Kota Tasikmalaya.

Sosialisasi ATR BPN tersebut bersama para Camat se-Kota Tasikmalaya di salah satu Hotel Berbintang di Kota Tasikmalaya, Kamis (11/11/2021).

Saat dimintai keterangan usai acara, Kepala ATR BPN Kota Tasikmalaya Riswan Suhendi, SH ia mengatakan, “Intinya sosialiasi ini kita untuk menjaga sinergitas kerja sama, antara kami dan para penegak hukum bersama kejaksaan dan para camat se-kota tasikmalaya dalam mengupayakan pencegahan dari program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang harus ada keterbukaan.”Papar Dia kepada wartawan.

Lalu, disinggung terkait maraknya Mafia Tanah, Riswan menyampaikan bahwa Kementerian tidak ada ampun dan akan sanksi tegas untuk prosesnya ke penegak hukum.

“Yang jelas dari BPN akan memberantas sesuai perintah Presiden bahwa tidak ada kata ampun.”Ujarnya.

Selain itu jug, pihak Kementerian selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY).

“Kalau, di pengadilan ada mafia, tolong diawasi oleh Komisi Yudisial.”Tambah Riswan.

Kendati demikian, sebagai bentuk antisipasi PTSL yang sering banyak permasalahan terjadi di lapangan dengan adanya dugaan asli atau palsu.

“Kita dari awal mulai penjajakan sudah sering menyampaikan, cuma kami tidak bisa mengawasi secara langsung. Oleh karena itu kami memohon bantuan kepada pak lurah untuk sama-sama mengontrol agar hal ini tidak terjadi.”Ungkapnya.

Masih Riswan, ia menjelaskan walaupun sampai saat sekarang, pihak BPN masih ada saja kecolongan. Karena, lewat PTSL boleh dikatakan Nol Rupiah. Trus persyaratan di peringan sehingga masyarakat yang sudah mempunyai sertifikat dari peralihan itu tidak boleh.

“Kepada masyarakat tolong untuk beritikad baik untuk jujur, karena kalau ketahuan terjadi pengalihan PTSL akan di coret.”Tegasnya.

“Kasus paling menonjol di Tasikmalaya Kota adakah masalah hak Waris.”Tuturnya.

Adapun, Secara Nasional kasus pertanahan banyak terjadi di kota-kota besar dikarekan banyak mafia.

“Memang saat ini di Tasik pun mulai ada (mafia) tanah.”Bebernya.

Riswan Suhendi mengimbau, “Intinya masyarakat harus beritikkad baik, jujur, apa adanya dan jika itu memang haknya, kalau tanah warisan belum di bagi tolong harus di kasih tau, adapun dia berbohong nanti pasti ketahuan.”Pungkasnya.

 

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan