Akibat Perampasan Mobil Secara Paksa, Kantor BCA Finance Digeruduk Ormas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Ormas Brigez Indonesia Se-Priangan Timur menggruduk kantor BCA Finance terkait perampasan unit mobil di tengah jalan oleh Debt Collector (DC).

Diduga ada 3 orang DC yang merampas secara paksa mobil milik Andi Rahmat Fauzi, padahal mobil tersebut sedang membawa beberapa orang Lansia.

Waktu kejadiannya Kamis kemarin, (19/1/2023) di bunderan Bypas Mangkubumi Kota Tasikmalaya sekitar pukul 11.00 WIB.

“Di belokan ada yang mengejar pakai mobil calya hitam. Kemudian mereka memotong dan meminta untuk turun tanpa memberikan tau identitasnya.”Ungkap Andi kepada wartawan, Jumat (20/1/2023).

Selanjutnya, oknum DC itu meminta orang-orang yang ada di dalam mobil untuk pindah ke mobil mereka. Dengan terpaksa, Andi dan rombongan para orang tua lanjut usia mengalah untuk mengikuti arahan dari DC tersebut. Tak lama kemudian mereka menggiring unit mobil itu ke Polsek.

Hari Jumat Ormas Brigez Indonesia Priangan Timur langsung mendatangi Kantor BCA Finance yang bertempat di HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat untuk meminta lagi unit mobil yang dirampas.

Dadan Jaenudin, ketua Ormas Brigez Indonesia Kabupaten Tasikmalaya menyesalkan tindakan oknum DC yang tidak berprikemanusiaan. Dadan menyebut tindakan itu menyalahi aturan karena membawa mobil dijalanan tanpa ada Surat Perintah Berita Serah Terima Kendaraan (BSTK) yang sah.

“Karena sejatinya itu jelas melakukan perbuatan yang salah menurut aturan hukum yang berlaku.”Tegasnya.

Menurut Dadan, dalam ketentuan Pasal 15 ayat (2) UU 42/1999 Tentang Fidusia yang telah diputus oleh Mahkamah Kontitusi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUUXVII/2019, bertanggal 6 Januari 2020 dan telah ditegaskan kembali dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 2/PUU-XIX/2021 bertanggal 31 Agustus 2021, perusahaan finance tidak ada lagi kewenangan untuk melakukan eksekusi atas jaminan fidusia.

Oleh karena hal tersebut, kata Dadan, apabila pemberi fidusia tidak menyerahkan secara sukarela atas jaminan fidusia, sebagaimana ketentuan perundang undangan yang berlaku pihak perusahaan wajib melakukan permohonan kepada Pengadilan Negeri untuk melakukan eksekusi atas jaminan fidusia.

 

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan