Kota Tasikmalaya- Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Provinsi Jawa Barat mensosialisasikan tentang peluang kerja di luar negeri. Kegiatan BP2MI bertempat di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Paseh Kota Tasikmalaya, Rabu (18/5/2022).
Rahmat Mahmuda mengatakan bahwa potensi peluang tenaga kerja ke luar negeri cukup besar, seperti halnya ke negara Jepang dan Timur Tengah yang sampai saat ini masih belum bisa terpenuhi.
“Kita harapkan usai sosialisasi ini para calon pekerja itu bisa mempersiapkan diri. Jadi jangan bekerja ke luar negeri tanpa prosedur yang resmi.”Bebernya.
Menurut Rahmat, penguasaan bahasa kerap kali menjadi kendala para calon yang ingin bekerja ke luar negeri. Namun, saat ini pihaknya tengah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan dari para calon pekerja agar bisa mempelajari bahasa.
“Ada beberapa LPK yang memang memfokuskan diri pada bahasa, bahasa Jepang, Korea dan bahasa Inggris. Calon pekerja itu minimal menguasai dasar bahasanya sehingga nanti disana bisa lancar dalam berkomunikasi.”Papar dia kepada wartawan.
Tetapi, saat disinggung sindikat tenaga kerja ilegal, Rahmat menjelaskan kebenaran hal itu. Dirinya menyebut banyak perusahaan yang memberangkatkan pekerja tanpa prosedur resmi.
“Itu sangat merugikan, terutama bagi kaum wanita. Karena memang yang menjadi sasaran sindikat itu kebanyakan wanita.”Imbuhnya.
Sontak, Rahmat meminta kepada masyarakat yang memiliki keinginan bekerja di luar negeri agar menempuh prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah.
Para calon pekerja harus ke Disnaker terlebih dahulu yang nantinya akan diteruskan kepada BP2MI yang akan menyeleksi dan memberikan pelatihan kepada calon pekerja.
“Ya, kita hanya memberikan rekomendasi paspor, syaratnya mereka sudah MoU dengan perusahaan. Jadi sebelum paspor keluar dari kantor imigrasi kita baru rekomendasikan.”Pungkasnya.
(Rizky/tasikraya)

