Masa Pilkada, HMI Cabang Tasikmalaya Desak Presiden Usut Tragedi Penembakan 6 Anggota FPI

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Situasi menjelang dilaksanakannya pencoblosan membutuhkan perhatian ekstra dari seluruh pemangku kepentinga. Selain karena pelaksanaan pilkada pada saat pandemi, juga karena adanya tragedi meninggalnya 6 anggota FPI yang tentu saja menyita perhatian masyarakat luas.

HMI cabang Tasikmalaya cukup khawatir dengan situasi tersebut, sehingga meminta seluruh pihak untuk benar-benar menjaga situasi tetap kondusip.

“Tentunya kita sudah pada tau bahwa pilkada serentak ini dilaksanakan di tengah-tengah pandemi covid-19, meningkatnya kasus positif di Kabupaten Tasikmalaya tentunya harus menjadi perhatian dan tanggungjawab semua unsur lapisan masyarakat” Ucap Yoga Ahmad Fauzi Ketua Umum HMI Kabupaten Tasikmalaya saat di wawancara lewat WhatsApp, Selasa Malam (8/12/2020).

Yoga menekankan Pemerintah/penyelenggara harus betul-betul maksimal dalam mengingatkan pemilih untuk mematuhi Protokol Kesehatan, hal tersebut demi menjaga keselamatan semua warga dan menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan untuk melaksanakan kedaulatan rakyat dalam menempuh mufakat yang berdasarkan kehendak-kehendak masyakarat.

“Kita melihat situasi kebangsaan kita lagi berduka, mengingat atas tragedi yang terjadi di tol cikampek atas penembakan 6 orang pengawal HRS. Jangan sampai kita terprovokasi dengan berita yang tidak bersumber. Sehingga, berdampak terhadap pelaksanaan Pemilu serentak yang esok hari akan di laksanakan di beberapa di Daerah Indonesia.”Jelasnya.

HMI Cabang Tasikmalaya menyampaikan turut berduka atas meninggalnya 6 anggota FPI dan mendorong Presiden juga Komnas Ham agar segera menindak lanjuti atas pristiwa itu. Agar kepastian kebenaran yang terjadi bisa diungkap ke permukaan. Sehingga, tidak menjadi bola liar yang akan berimplikasi ke berbagai sektor.

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan