Graduasi Mandiri di Masa Pandemi, 46 KPM PKH Desa Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya Mengundurkan Diri

  • Bagikan
banner 468x60

Kabtasikmalaya, tasikraya.com
Salah satu indikator keberhasilan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) adalah merubah pola pikir Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk tidak lagi tergantung pada Bantuan Sosial (Bansos) yang diberikan oleh Pemerintah. Sehingga, dapat membuat KPM mandiri dan keluar dari kepesertaan PKH (graduasi).

Memang tidak mudah untuk Gradusi di masa Pandemi Covid-19, terutama saat hampir semua orang berlomba-berlomba untuk mendapatkan Bantuan Sosial. Akan tetapi, ada beberapa KPM PKH yang dengan sukarela memilih untuk mengundurkan diri.

Ada 46 KPM PKH Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir, mengundurkan diri atau Graduasi secara mandiri dari PKH, data tersebut tercatat sampai awal Bulan Juli tahun 2020, di Gor Desa Bojonggambir, Jl.Raya Ciawi, Selasa (7/7/2020)

Pekerja Sosial (Peksos) PKH Kabupaten Tasikmalaya Wilayah Tengah, Apwina Chintia S.Tr. Sos, mengatakan hingga 7 Juli 2020, jumlah yang keluar dari kepesertaan PKH di Desa Bojonggambir sebanyak 59 orang, 46 diantaranya Graduasi Mandiri dan 13 lainnya Graduasi Alamiah karena sudah tidak memiliki tanggungan yang masuk kriteria PKH.

Dede Jamaludin, S.Ip selaku pendamping PKH di desa tersebut menyampaikan “Ini merupakan hasil pendampingan melalui Edukasi pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan Home Visit yang telah kami lakukan”

Sebagai bentuk apresiasi terhadap KPM PKH yang Graduasi secara Mandiri, pihak Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya menyerahkan piagam penghargaan kepada KPM Desa Bojonggambir.

Koordinator Kabupaten Tasikmalaya Wilayah Tengah, Yudi Krisnadi, S.Pd berharap hal ini dapat menjadi contoh bagi KPM lain yang sudah mampu untuk Graduasi Mandiri dari PKH. Sehingga warga Prasejahtera lain yang belum pernah mendapatkan Bantuan dapat merasakan Program Kementerian Sosial RI ini.

“Graduasi ini harus sesuai dengan aturan atau ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah dan hendaknya Program Graduasi ini bisa ditiru oleh Desa-Desa yang lain seperti di Desa Bojonggambir,” harapnya.

Sementara itu, menurut Zamzam Timur Alfian, M.Si sebagai Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Jawa Barat Wilayah-3 mengungkapkan, “Kami menyampaikan apresiasi kepada Seluruh SDM PKH yang telah menggraduasi, sehingga dapat meningkatkan optimalisasi kelompok pemberdayaan.”tegasnya

Kendati begitu, kelompok pemberdayaan ini terbagi 2, ada pemberdayaan yang sifatnya mendapatkan pendapatan atau kelompok pemberdayaan yang sifatnya mengurangi beban keluarga.

“Jadi, diharapkan kepada seluruh SDM PKH dapat menelurkan embrio-embrio kelompok pemberdayaan untuk para KPM PKH, dengan dimulai dari intensitas P2K2 yang berkualitas.”beber Koordinator PKH Provinsi Jawa Barat Wilayah 3

Zamzam pun berharap intensitas pendampingan kelompok pemberdayaan lebih ditingkatkan, dan diharapkan seluruh SDM PKH dapat membuka akses-akses pemberdayaan diruang lingkup dampingannya masing-masing.

(Rizki/tasikraya)

  • Bagikan