Kota Tasikmalaya, tasikraya.com-
Viral di medsos, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya adu mulut bersama Warga Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Adu mulut tersebut ketika warga Panglayungan menyampaikan aspirasi saat audiensi ke Komisi IV Dprd Kota Tasikmalaya.
Fahmi Ojos Warga Panglayungan saat itu menanyakan, siapa yang mengeluarkan Exclude penerima KPM PKH yang terindikasi Judi Online dan siapa yang harus bertanggung jawab atas permasalahan ini ?
Namun, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Budy Rachman terbawa emosi cekcok bersama Warga Panglayungan.
“Saya akan membuat surat permohonan jawaban ke Kemensos BNI 46 ke Pusat karena ini komunikasi Pusat Kemensos dengan Pusat BNI selesai itu. Apalagi jangan lagi muter ngobrol lagi kebelakang.”Cetus Budy Rachman Kadinsos Kota Tasikmalaya sambil marah terbawa emosi, Selasa (16/9/2025).
Masyarakat panglayungan, Kota Tasikmalaya melakukan audiensi ke Dprd Kota Tasikmalaya perihal Bantuan Sosial (Bansos).
Sebelumnya, Fahmi warga Panglayungan bersama Warga lainnya menyampaikan aspirasi ke Anggota Drpd Komisi IV terkait keluhan warga Panglayungan penerima KPM PKH yang terindikasi Judi Online mengakibatkan bantuan tersebut hilang.
Salah satunya, Ratih Seorang Guru Madrasah yang gaji perbulannya hanya Rp. 100.000 malah terindikasi Judol.
Saat ditemui di Dprd, Guru Madrasah tersebut menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah main Judi Online.
“Saya tidak pernah main Judi Online, tapi ini Bansos PKH terindikasi.”Singkatnya.
Fahmi mengatakan ada jompo Panglayungan terindikasi Judi Online rasional saja, “Buktikan mana jompo yang main Judi Online.”Tuturnya.
Kemudian, Fahmi menyebutkan ada Guru Madrasah yang gaji perbulannya seratus ribu rupiah.
“PKHnya terindikadi Judi Online.”Ungkap Fahmi.
Fahmi menegaskan jika terindikasi judol ayo buktikan, “Sok buktikeun dan pemahannya dari Judi Online itu di ganti lagi menjadi tidak sesuai diperuntukan. Lamun kudu di cek kalapangan hayu wang babarengan.”Pungkasnya. (*)

