Usai Muscab Ke- XI, Pemuda Persis Ciawi Siap Lahirkan Tokoh-Tokoh Baru Pembaharu

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya – Pemuda Persatuan Islam Ciawi baru saja menyelesaikan hajat akbar Musyawarah Cabang (Muscab) ke XI, di Pesantren Persis 32 Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (13/8/2020).

Sebagai diantara Cabang tertua di belantara Gerakan Persis Kabupaten Tasikmalaya, pada agenda tertinggi itu, mereka menegaskan arah gerak Pemuda Persis dengan usungan pengukuhan peran Pemuda Persis sebagai pelanjut Perjuangan Dakwah.

Agenda yang dihadiri tidak kurang dari 70 Peserta, dengan diawali Talkshow Kebangsaan dengan pembicara seluruh Ketua dari masa ke masa. Apalagi mengingat semangat kebangsaan di Bulan Kemerdekaan ini. mereka nampak segar membincangkan peran lanjutan Pemuda Persis untuk Spirit Perubahan iklim Pemerintahan dan ke ummatan Kabupaten Tasikmalaya ke arah yang lebih Qur’ani, nyunnah dan nyantri.

Aep Saepullah, Ketua yang baru saja demisioner menaruh harapan besar setelahnya terpilih Ketua Baru, Saudara Miftah Natsir. Menurutnya, peran Pemuda Persis khususnya di Kecamatan Ciawi telah cukup banyak mewarnai konstelasi keummatan. Tetapi menghadapi perkembangan zaman yang lebih kompleks tantangannya. maka berbagai inovasi dan kreasi gerakan diperlukan oleh para Pimpinan Pemuda Persis yang baru.

“Saya yakin bahwa kepemimpinan di bawah saudara Miftah Natsir ini akan semakin melesat jauh lebih baik.”Ujarnya.

Sementara bagi Ketua Baru terpilih, Miftah Natsir, dirinya merasakan bahwa mengemban jihad jam’iyyah Pemuda Persis di medan Ciawi yang memiliki akar sejarah gemilang ini tentu merupakan sebuah tantangan yang tidak kurang beratnya.

“Sejarah dan fakta gerakan Pemuda Persis di Kecamatan Ciawi sungguh berat. Namun demikian, dengan sumber daya manusia yang sama hebatnya, lantas saya optimis Pemuda Persis Ciawi akan dapat mengarungi perjuangan guna terselamatkannya ummat dari berbagai terpaan musuh dakwah.” Tegas Miftah Optimis.

Miftah yakin bahwa legenda Mujahid gerakan seperti Allahu yarham Ustadz Suraedi, Ustadz Abdul Aziz Al-fadhol, dan sederet nama lainnya yang telah dulu wafat.

“Hari ini akan kembali bermunculan para pelanjut perjuangannya yang gigih dan siap sedia.”terang dia

Selain itu, Miftah juga menetapkan tiga target garapan pokok lainnya yakni optimalisasi pengkaderan, dakwah media, dan jihad ekonomi berbasis digital.Pungkasnya

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan