Tekan Angka Stunting, Kadinkes Provinsi Jabar Berikan Pemahaman

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya – Terkait kasus stunting di sejumlah kota di jawa barat termasuk tinggi, karenanya butuh perhatian dari seluruh sektor, bukan hanya pemerhati kesehatan semata karena menjadi tanggung jawab bersama untuk kemudian mewujudkan indonesia yang sehat dan maju.

Kepala dinas kesehatan propinsi jawa barat Berly Hamdani dalam salah satu kegiatan sarling (siaran keliling) bersama istri gubernur jawa barat kemudian angkat bicara terkait kasus stunting yang angkanya cukup tinggi di kota tasikmalaya salah satunya di kecamatan purbaratu.

Berly mengatakan bahwa di jawa barat stunting masih di angka tinggi, hanya sekarang dari 38 menjadi 29,2% dan ini adalah angka penurunan yg signifikan,kemudian wilayah terbanyak ada di garut 42%, di sukabumi 41,3% dan termasuk di tasikmalaya 32%.

“Stunting masih menjadi ancaman di Jawa barat karena menurut data Jawa barat angka stunting nya masih terbilang tinggi, maka dari itu perlu perhatian juga dari pemerintah setempat”. Ucapnya

Lanjut Berly yang ingin di cegah adalah stunting yang baru supaya tidak jatuh dalam situasi sakit sehingga penderita bergantung kepada orang lain dan akan memebebankan masyarakat.

“Selain kunjungan kami juga disini melakukan penangan penderita stunting dan untuk masyaraktnya di lakukan upaya perpentif dan propmotif berupa panyusunan menu keluarga, menerapakn menu gizi seimbang untuk anak anak, dan ibu hamil harus di berikan sesuai dengan kehamilannya dan anak-anak yang sesuai dengan umur anak anaknya” Pungkasnya. (Susan/Rinal/tasikraya.com)

  • Bagikan