Tasikmalaya – Kunjungan kerja/sarling (siaran keliling) Atalia Praratya kamil ke sejumlah titik di kota Tasikmalaya di mulai kunjungan ke pasar induk cikurubuk, pelayanan kb puskesmas purbaratu, pembinaan cegah stunting, pembinaan posyandu, pembinaan paud, pembinaan sekolah, ramah tamah pengkukuhan bunda genre, temu Dekra&workshop pengrajin dan kunjungan wisata ke karang resik.
Atalia Praratya kamil selaku ketua tim penggerak pkk propinsi jawabarat, ketua Deskranasda, Bunda faud, bunda litersi, ketua forikan, duta pasar rakyat jawabarat memaparkan lebih jauh tentang siaran keliling (sirling) yang beliau jelajahi di seputaran kota tasikmalaya
Dalam wawancaranya mengatakan bahwa kegiatan berawal pembinaan dari pasar induk tasik yaitu pasar cikurubuk terkait kesejahteraan konsumen supaya belanja lebih nyaman dan di dorong POM tentang keamanan pangan dan beliau datang sebagai duta pasar rakyat jawa barat.
“Kegiatan kami dimulai dari pasar Cikurubuk mengingat pasar adalah sumber ekonomi karena lah kami mendorong kesejahteraan dan kenyamanan semua masyarakat dalam berbelanja dan mendorong POM untuk terus memberikan keamanan pangan”. Ucapnya
Kemudian Atalia dalam kunjungan selanjutnya adalah ke puskesmas purbaratu, untuk pembinaan sektor kb dan di berikan MKJP, memberikan pelayanan terkait dengan kb.
“Ya, kami juga mengunjungi ke puskesmas untuk pembinaan sektor KB untuk lebih memahami terkait dengan KB”. Ujarnya.
Kemudian atalia melanjutkan sarlingnya ke iptahul ulum yang terdampak cukup tinggi stunting sekitar 46 orang sekelurahan yang cukup di dorong semaksimal mungkin tumbuh kembang Anak-anak sekitar supaya bisa keluar dari kasus stunting tersebut.
“Sekarang di jawa barat sendiri terjadi perubahan yang semula 29,2 % sekarang 30%, berharap di tahun 2023 tidak ada lagi stunting dan karenanya itu kami melakukan pembinaan-pembinaan langsung kepada titik sasaran, semoga kedepan bisa di kolaborasikan bersama dan di duplikasi oleh kota kabupaten supaya tidak terjadi lagi”. Pungkasnya.
Dalam kegiatan ini Atalia kamil meminta masing-masing dinas dimintai kontribusinya supaya pada kesempatan yang akan datang tidak ada lagi kasus baru dan bisa di koreksi, saat ini kasus stunting terbesar di jawa barat adalah masih bogor, cianjur, majalengka. (Susan/Rinal/tasikraya.com)

