Satu Orang Korban Bus Maut di Rajapolah Masih Belum Ditemukan

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Hari kedua pencarian korban hilang akibat kecelakaan Bus Pariwisata masih berlangsung, diketahui Bus Pariwisata yang mengangkut siswa dan orang tua SD Sayang Sumedang tersebut terjun ke jurang di Kampung Cirendeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Sabtu (25/6/2022).

Tim gabungan Basarnas, BPBD, Damkar, anggota TNI & Polri yang dikerahkan di lokasi kejadian telah melakukan penyisiran di sekitar dasar jurang, namun masih belum bisa menemukan korban yang bernama Siti Munawaroh.

Pasca tragedi maut kemarin, korban yang diketahui warga Cisempur Jatinangor, Kabupaten Sumedang itu hilang saat evakuasi dan pencarian seluruh korban kecelakaan.

Tim gabungan sudah melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi dan menyisir sepanjang Sungai Cimenyang hingga Pukul 00.00 WIB Malam tadi masih belum membuahkan hasil. Dikarenakan, medan terjal air sungai sangat deras mengingat dihari kejadian terjadi hujan deras semalaman.

Adapun itu, Bangkai Bus Pariwisata City Trans Utama (CTU) yang masuk ke jurang sudah berhasil diangkat ke permukaan jalan raya dengan dibantu tiga unit mobil derek. Bahkan alat berat beko pun turut diturunkan sekitar Pukul 17.30 WIB, Sabtu (25/06/2022) kemarin.

Bagus Prayogo Koordinator Pos Sar Tasikmalaya menjelaskan, Basarnas dan BPBD bersama anggota Polres Tasikmalaya Kota kembali melakukan pencarian di sekitar lokasi, petugas menduga adanya tumpukan tanah di dasar jurang yang hingga kini belum di garuk karena terbatasnya peralatan.

Sementara itu, Wahyudin sang kakek korban menceritakan, bahwa cucunya ikut dalam rombongan kecelakaan maut Bus Parawisata yang akan rekreasi menuju Pantai Pangandaran. Dirinya sudah dua hari berada di Tasikmalaya menunggu kepastian cucunya yang masih belum ditemukan.

Wahyudin mengharapkan, Siti Munawaroh masih hidup dan selamat, namun jika ternyata Siti tidak selamat dirinya sudah pasrah dan akan membawa jasad Siti Munawaroh ke Sumedang.

Wahyudin mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah banyak membantu pencarian cucunya dan dirinya meminta doa kepada semua masyarakat Indonesia terkhusus Tasikmalaya agar cucunya segera ditemukan.

 

(Rizky/tasikraya)

 

 

 

 

 

 

 

  • Bagikan