Kabupaten Tasikmalaya-
Deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya dan Launching Geopark Galunggung dengan motto “Budaya yang beragama, Agama yang berbudaya, serta Nasionalisme dan Satu jiwa, Satu Ikatan Sunda Untuk Indonesia” dilaksanakan di Komplek Wisata Batu Mahpar Galunggung,
Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari Singaparna, Kamis, (20 Februari 2020).
Disampaikan panitia bahwa tujuan deklarasi ini adalah membangun ikatan kekeluargaan dan rasa kebersamaan antar komunitas masyarakat sunda tanpa membedakan status, kedudukan, golongan, ataupun agama dalam bingkai penguatan 4 Konsensus Dasar Kebangsaan, menuju Indonesia maju, dan Sunda Maju.
Diantara yang hadir dalam deklarasi ini adalah Marsekal Madya (P) Dede Rusyamsi SE.MM selaku ketua dewan pembina, Irjen pol (P) DR.H. Anton Charliyan Mpkn, selaku ketua umum, Ambu Ully Sigar Rusady sebagai sekjen, Hj. Euis sebagai bendahara umum, dan hadir pula Pembina Yayasan Pontren Suryalaya KH Bobon Setiadi sebagai Ketua 1 Forum S3.
Acara dihadiri oleh Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr H Muhammad Zen, sebagai perwakilan pemerintah Zen menyambut dan berterimakasih kepada seluruh tamu yang hadir, dan berharap Forum S3 ini mampu membangun dan meningkatkan rasa kebersamaan dan nasionalisme, tentunya dengan senantiasa melestarikan kebudayaan sunda dan kearifan lokal masyarakat Sunda.
Menurut Bupati yang di bacakan Sekda, berkaitan dengan Launching Geopark Galunggung menuju Geopark Nasional, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Tasikmalaya tercipta sebagai salah satu daerah yang memiliki sejumlah daya tarik wisata yang sangat berpotensi, baik itu daya tarik wisata alam, wisata budaya, kuliner, wisata religi, maupun berbagai peninggalan sejarah serta warisan alam lainya.
“Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia No 9 Tahun 2019 tentang pengembangan taman bumi serta melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat No 72 Tahun 2018 tentang pengembangan kawasan Geopark di Daerah Provinsi Jawa Barat yang di dukung pula dengan MoU 5 Kabupaten yang memiliki potensi Geopark, telah mendorong kita untuk senantiasa menggali semua potensi demi peningkatan keragaman daya tarik wisata,” ujarnya.
Selanjutnya berkaitan dengan Museum Galunggung dan Perpustakaan Islam Malik Al Hindi, Pihaknya memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih, Bupati berharap keberadaanya akan memberikan manfaat yang baik terhadap pelestarian berbagai peninggalan-peninggalan maupun benda-benda bersejarah lainya, serta mampu meningkatkan minat baca masyarakat. (Rizki/tasikraya)

