Ratusan Lembar Uang Palsu Tersebar di Kadipaten, Pembuat dan Pengedar Ditangkap !

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Pembuat dan pengedar uang palsu di Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya berhasil diciduk Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Polsek Kadipaten, Rabu, 6 Oktober 2021.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si. menerangkan, bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pemilik sebuah warung di Kampung Cipanas, Kecamatan Kadipaten, tentang adanya dugaan peredaran Uang Palsu pecahan Rp. 50 ribu dari 2 orang yang membeli sebungkus rokok di Warung miliknya.

“Kami amankan 2 orang inisial HS dan AP tersangka selaku pengedar dan pembuat uang palsu.”Ucap Kapolres saat rilis ke media, Rabu (6/10/2021).

Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota turut mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya uang palsu sebanyak 214 lembar pecahan Rp. 50 ribu senilai Rp. 10,7 Juta, serta berbagai alat untuk mencetak uang palsu seperti printer, gunting, cutter, mesin laminating dan sebagainya.

“Kami juga mengamankan uang asli dari ke 2 tersangka sebesar Rp. 1,1 Juta.”terang Kapolres.

Modus operandi pelaku mengedarkan uang palsu dengan cara membelanjakannya untuk membeli rokok di warung-warung kecil pinggir jalan. Kemudian keuntungan yang didapat pelaku dari mengedarkan uang palsu tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membayar hutang yang dimilikinya.

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Darjana mengapresiasi terungkapnya pembuatan dan pengedaran uang palsu di wilayah hukum Kota Tasikmalaya.

“Kita semua ini adalah Kolaborasi yang baik, berawal dari laporan masyarakat dan respon cepat dari pihak Kepolisian sehingga berhasil mengungkap pembuatan dan pengedaran uang palsu sebanyak 214 lembar pecahan 50 ribu senilai (Sepuluh Juta Tujuh Ratus Ribu) yang tingkat kemiripannya 50% dari uang asli.”Imbuhnya

Tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1), (2), (3) Jo pasal 26 ayat (1), (2), (3) dan atau pasal 37 ayat (2) jo 27 ayat (2) UU RI No. 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan Ancaman Penjara selama-Lamanya 15 (Lima Belas) Tahun.

 

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan