Presma STIE Cipasung Ingatkan 3M Meski Saat Demo

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya-
Mahasiswa selain memiliki peran dan tanggung jawab sebagai Agent of Change, Social Control dan Iron stock, mahasiswa juga harus memiliki tanggung jawab sebagai Agent of Provokator, artinya mahasiswa harus bisa mempengaruhi masyarakat ataupun mahasiswa lainnya.

Begitu kira-kira pendapat tentang mahasiswa dari Nuril Huda, Presma STIE yang kini hangat diperbincangkan oleh masyarakat Tasikmalaya, karena keberaniannya dalam demonstrasi menolak UU Ciptakerja.

Nuril mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Meski Nuril mengakui kalau jaga jarak memang masih sulit untuk dihindari, namun setidaknya untuk penggunaan masker dan memakai Handsanitizer itu harus selalu dilakukan, juga untuk tidak terlalu berkontak fisik satu sama lain.

“Meskipun banyak berkegiatan diluar rumah, sepulangnya berkegiatan harus langsung mandi dan keramas lalu mencuci pakaian yang telah dipakai seharian, jangan sampai tertimbun dan tercampur dengan lainnya.” ujar Nuril.

Terlebih juga, Nuril mengungkapkan pada momentum demonstrasi yang hangat-hangatnya penolakan Omnibuslaw RUU Cilaka, mahasiswa harus tetap memakai protokol kesehatan. Pengecualian kalau sedang bicara masker dapat dibuka, termasuk saat orasi, apalagi orasi itu memerlukan suara yang lantang dan biasanya diucapkan dengan menggebu, sehingga dirasa pengap jika memakai masker.

“Walau wajah harus tertutup, walau kecantikan dan ketampanan jadi tidak terlihat jelas, namun kesehatan adalah yang utama. Mahasiswa selalu menjadi sorotan dan di jadikan contoh oleh masyarakat, maka sudah selayaknya kita mengkampanyekan dan memberi contoh penerapan 3M, mari kita saling ingat dan saling jaga.” Pungkasnya

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan