Garut, tasikraya.com–
Bencana Geologi berupa pergerakan tanah melanda Kampung Gunung Gagak, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.
Akibat kejadian ini, sebanyak 31 bangunan dilaporkan terdampak, terdiri dari 29 Rumah, dua Masjid, serta satu ruas jalan utama penghubung antar wilayah.
Bencana ini semakin mengkhawatirkan karena intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini memperparah kerusakan. Tanda-tanda awal mulai terlihat dari lantai Rumah warga yang mengalami keretakan, lalu merambat ke dinding-dinding bangunan.
“Awalnya hujannya cuma gerimis, tapi lama-lama seharian. Terus muncul retakan di keramik, lalu merambat ke tembok sampai dapur dan kamar juga retak.”Ujar Dewi, warga terdampak, Minggu, 22 Juni 2025.
Ia berharap Pemerintah Garut segera merelokasi warga ke tempat yang aman.
“Harapannya sih ada relokasi ke tempat yang layak. Di sini kami takut kalau hujan besar atau gempa.”Tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan Oom, warga lainnya yang menyebut fenomena ini bukan kali pertama terjadi.
Menurutnya, tanda-tanda pergerakan tanah sudah mulai terasa sejak dua tahun lalu.
“Kalau gak salah dari 2023. Ada juga jalan yang amblas sebelah atas. Penghubung Sukawangi ke perbatasan Taraju. Roda empat gak bisa melintas, roda dua aja, itu dipaksakan yang bisa, kalau gak bisa suka suruh orang.”Sebutnya.
Ia juga menyebut bangunan Masjid dan Rumah miliknya kini berada dalam kondisi terancam.
“Ada (titik longsor), (yang terancam longsor) ada Masjid dan Rumah saya. Harapannya segera direlokasi gitu ke tempat yang aman.”Tutur dia.
Sementara itu, Kepala Desa Sukawangi, Dudu Rahman, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah di wilayahnya sudah mulai terdeteksi sejak tahun 2022 dan hingga kini terus meluas.
“Pergerakan tanah di Desa Sukawangi di Kampung Gunung Gagak jumlah yang terdampak ada 31 beserta sarana peribadahan. Dari tahun 2022,” jelas Dudu.
Ia mengatakan Pemerintah Desa telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menindaklanjuti dampak bencana ini.
“Alhamdulillah sudah berkoordinasi dengan Pemerintahan Kabupaten dan Dinas-dinas terkait. Kalau untuk relokasi sudah ada tanahnya, alhamdulillah kemarin sudah di cek untuk relokasi, baik dari Dinas terkait BPBD, Perkim, dari Bappeda, juga dari BMKG,” kata Dudu.
Proses relokasi kini menjadi langkah penting yang tengah dipersiapkan Pemerintah demi menjamin keselamatan warga terdampak. Hingga saat ini, pemantauan serta pendataan terus dilakukan secara intensif. (*)

