Pengakuan Cabul Pemilik Toko di Tasikmalaya di Teras Mushola

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya, tasikraya.com
Demi melampiaskan hasrat Puluhan tahun, Pemilik Toko di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat nekad sodomi dua orang anak dibawah umur.

Untuk sekarang, pemilik Toko di Kecamatan Cikalong hanya menyesali perbuatannya.

Inisial S (44) Sodomi dua orang anak yang masih berusia 14-16 tahun. Mirisnya, perbuatan asusila tersebut dilakukan diteras Mushola dekat Gazebo Rumahnya. Korban pun di Sodomi hingga melakukan Oral Seks.

“Jadi, perbuatanya itu dilakukan malam hari dekat Gazebo miliknya. Dia kan sediakan Gazebo dekat Tokonya disediakan wifi gratis juga biar anak-anak disitu nongkrong.”Ujar AKP Ridwan Budiarta, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya.

Polisi pun masih mendalami jumlah korban. Sementara baru dua orang anak yang melaporkan tindakan Sodomi ini.

“Kami terus dalami kemungkinan ada korban lain. Kalau ada silahkan melapor jangan takut, biar kita lakukan pemulihan fsikologisnya. Supaya dikemudian hari korban tidak berbuat yang sama atau jadi pelaku.”Ungkap AKP Ridwan Budiarta pada awak media, Selasa (14/01/2025).

Pengakuan Inisial S, Dia pernah jadi korban Sodomi puluhan tahun silam saat masih duduk dibangku Sekolah. Dia tidak berani melaporkan kejadianya hingga akhirnya jadi pelaku.

“Tersangka ini jadi korban beberapa tahun silam. Karena tidak mendapat pemulihan fsikologis dan tidak dapat treatment maka akhirnya jadi pelaku. Maka kami sampaikan jika ada korban lagi segera laporan agar kita treatment. Anak yang jadi korban juga sedang kami lakukan pemulihan.”Imbuh AKP Ridwan Budiarta.

S mengaku menahan hasrat penyimpangan seksualnya selama puluhan tahun. Selama ini dia memiliki istri dan empat orang anak.

“Saya pernah digituin saat dulu Sekolah, maka saya pendam rasa itu 35 tahunan baru kemarin Juni 2024 saya melakukan itu.”Tutur S tersangka Sodomi di Ruang PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Selasa (14/1/2025).

Pelaku tersangka mengakui tidak hanya kasih uang dan rokok, para korbanya diberikan wifi gratis hingga membelikan akun Mobile Legend dan harga akunnya mencapai jutaan rupiah.

“Saya kan sudah deket, dia-nya korban minta dibelikan akun Mobile Legend. Saya kasih duit Sejuta dan baru dia digituin sama saya.”Tutur S.

Ia pun sesali perbuatanya, namun tetap harus mempertanggung jawabannya. Dia mengaku akan memulihkan dirinya agar tidak melakukam penyimpangan seksual.

“Saya menyesal saya mau sembuh saya berusaha jadi baik.”Kata S.

Oleh karena itu, Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Dengan ancaman kurungan 15 tahun Penjara.

Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban diminta membeli air mineral oleh ibu kandungnya ke Toko tersangka S.

Pada akhirnya, korban tidak kunjung pulang serta mendapat informasi teman korban juga dicabuli tersangka.

Lalu, usai didesak orang tua-nya, korban mengakui jadi korban tindak asusila S. Tersangka merayu korban agar bisa berbuat cabul. Selain onani dan saling mengulum organ vital, alat kelamin pelaku juga digesekan kebagian anus korban. (*)

  • Bagikan