Pegawai Desa Ini Kecewa, HP-nya Hilang Saat Pawai Jampana

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Ada yang merasa kecewa dalam Festival Jampana 2022 di HUT Kabupaten Tasikmalaya ke-390 sekarang. Dalam tradisi Pawai Jampana kali ini, masyarakat sangat bebas merebut makanan dari peserta Jampana dari desa-desa Se-Kabupaten Tasikmalaya.

Akibat kurangnya pengamanan dari panitia Festival Jampana, salah seorang Kepala Wilayah (Kawil) dari Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi kehilangan sebuah Hand Phone-nya saat makanan Jampananya direbut masyarakat.

Jampana adalah sebuah tradisi berbasis kebudayaan lokal bagi masyarakat Sunda di Kabupaten Tasikmalaya dalam merayakan momen hari jadi.

Tradisi ini, ciri khas masyarakat di Jawa Barat yang kerap dilakukan untuk menyatukan berbagai Suku, Ras maupun Budaya di Negara yang berlambangkan burung Garuda sebagai ikonnya tersebut.

“Kronologi kejadiannya, pas sebelum garis awal penilaian, lalu sempat memoto pak camat. kemudian memoto juga podium yang ada Pak Bupatinya serta jajaran pejabat lainya.”Ungkap Miftahul Khoer (42) selaku korban pencopetan di HUT Kabupaten Tasikmalaya ke-390, Selasa (26/7/2022).

Kemudian, setelah melewati aksi warga berebut makanan Jampana, “Saya itu ingatnya masukin Handphone ke saku, lalu ada yang memerintahkan angkat Jampannya.”Sambung dia.

Pantauan wartawan, memang masyarakat yang berkerumun hingga banyak yang berebut makanan dari Jampana Desa-desa yang akan keluar dari podium penilaian Panitia Festival.

“Saya tidak menyadari, HP dari saku itu gak ada. Sadar-sadar keluar dari kerumunan warga, baru sadar bahwa HP saya tidak ada.”Jelasnya.

Ia mengatakan, teruntuk panitia Festival HUT Kabupaten Tasikmalaya kedepanya agar bisa lebih baik lagi pengamananya.

Miftahul Khoer (42) mengharapkan kejadian sekarang, agar jangan terulang lagi, dan bagusnya itu masyarakat tidak masuk ke arena peserta Jampana.

“Karena area jampana dari desa desa harus keluar dulu dari area podium penilaian panitia Festival HUT Kabupaten Tasikmalaya.”Bebernya.

Menurut Mitahul Khoer, bahwa pengamanan area Jampana sangat kurang dan kesanya kurang pantas masyarakat ada di depan area peserta jampana tersebut.

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan