Pedagang Jasuke Jadi Korban Geng Motor di Tasikmalaya, Kini di Tangani Polisi !

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Pedagang Jasuke Remaja bernama Ikrom Maulana Malik (16) warga Leuwimalang, Kelurahan Bantarsari, Kota Tasikmalaya menjadi korban penganiayaan Geng Motor.

Remaja penjual Jasuke (Jagung, Susu, Keju) itu diduga harus menjadi korban di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di depan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya. Minggu (30/8/2026) pada Pukul 04:00 WIB.

Akibat insiden tersebut Ikrom, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit setelah menderita luka parah di bagian kepala dan kini kondisi korban mengalami kritis.

Terlihat dalam vidio yang beredar dimedia sosial terlihat korban tergeletak dibagian kepalanya hingga berlumuran darah di bopong oleh temannya.

“Kejadian dijalan mana ya ini teh didieu tah, dibaledog Gangster.”Ujar siperekam vidio.

Sementara, Ibu Korban Meli Widiawati menceritakan insiden bermula saat Ikrom selesai menonton pertunjukan musik di kawasan Cilembang seusai pulang bekerja.

Sebelum kejadian, Ikrom sempat berkumpul bersama temannya. Namun, Meli mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi detail hingga berujung pada tindakan penganiayaan.

“Jadi saat itu anak saya berada di posisi paling depan dan tidak memakai helm. Saya menduga korban dipukul mengunakan batu atau balok kayu ke bagian tengah kepala anak saya.”Ucap Meli saat ditemui di Rumah Sakit Hermina, Selasa (1/9/2026).

Meli mengatakan Dokter menyampaikan bahwa kondisi korban berada dalam keadaan yang sangat lemah. Meski demikian tim medis dan keluarga terus berupaya maksimal demi kesembuhan Ikrom.

“Sekarang anak saya kondisinya kritis, saya juga bingung untuk masalah biaya pengobatan anak saya. Hingga hari kedua perawatan tagihan Rumah Sakit tercatat telah mencapai kisaran 17 juta rupiah. Saya sekarang mengandalkan pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memproses administrasi.”Jelas Meli.

Ibu korban berharap, aparat kepolisian bertindak cepat mengusut tuntas kasus penganiayaan ini serta memproses hukum pihak yang terlibat.

Pihaknya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali dan memakan korban lain di wilayah Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, saat dihubungi via WhatsApp, Kasat Rekrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela menyebutkan bahwa kejadian tersebut masih dalam proses pendalaman.

“Masih pendalaman anak-anak (anggotanya) masih dilapangan.”Pungkas Kasat Reskrim.

  • Bagikan