Nyanyikan Lagu “Manis Dibibir”, Pemuda Asal Sukaraja Dibacok Temannya Berkali-kali

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Merasa tersindir dengan nyanyian temanya karena merasa punya hutang-piutang, seorang pemuda di Kabupaten Tasikmalaya membacoknya dengan golok hingga korban koma.

Tindak pidana penganiayaan berat tersebut dilakukan terhadap korban bernama Ahmad Faisal Al-Insan,  di Kampung Cijolang, Rt08/Rw02, Desa Margalaksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Dia keadaan sedang mabuk, karena punya hutang. Suasana di sana saat membacoknya waktu gelap, asal tebas kepada korban.”Ucap AKP Dian Purnomo saat jumpa pers di Mako Polres, Kamis (8/9/2022).

Pembacokan terjadi pada Kamis 1 September 2022, sekira Pukul 02.00 WIB di belakang rumah sang tersangka AH (26), tepatnya di Kampung Cijolang.

Barang Bukti (BB) sudah diamankan pihak kepolisian, yaitu ada 1 buah Golok warna hitam dengan gagang kayu dengan panjang 70 Cm.

Tersangka AH (26) diduga tersinggung dengan nyanyian korban Ahmad Faisal dengan lirik “Manis Dibibir”, pada saat itu keadaan tersangka sedang mabuk minuman keras jenis Tuak.

Kronologis kejadiannya, pada 31 Agustus 2022 sekira pukul 23.00 WIB tersangka AH datang dalam keadaan mabuk minuman Tuak, tersangka datang menggunakan sepeda motor lalu menghampiri korban yang saat itu sedang berkumpul bersama dengan teman-temannya.

Saat bermain gitar di depan rumah korban, saat berkumpul korban Ahmad Faisal dan temannya bernyanyi dengan keras di depan tersangka yang dalam satu liriknya tersebut ada kata-kata “Manis di Bibir”, tersangka merasa disindir karena saat itu merasa mempunyai utang piutang terhadap korban.

Akhirnya, tersangka AH tersinggung dan sekira pukul 00.15 WIB 1 September 2022 tersangka berpura-pura mengajak korban ke rumahnya untuk menyimpan sepeda motor dan mengambil ikan yang ada di kolam belakang rumah tersangka.

Kemudian, ketika korban sedang mengambil ikan tiba-tiba dari arah belakang tersangka langsung menebaskan golok, golok didapatnya dari gubug dekat kolam ikan milik ayahnya.

Merasa ada yang memukul dari belakang, korban berbalik dan saat itu tersangka tanpa bicara apa-apa terus menebaskan goloknya tersebut ke arah korban hingga korban menjauhi tersangka.

Namun, korban terjatuh karena terlilit sarung yang digunakannya, dalam posisi terjatuh tersangka tidak berhenti menebaskan goloknya.

Hingga kemudian ayah tersangka keluar dari rumah karena mendengar kegaduhan, selanjutnya tersangka dan korban diantar ke rumah sakit oleh ayah tersangka.

“Adapun luka akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka berat di bagian lengan kiri dan kanan, kepala, punggung, tulang kiri kaki kanan, dan telapak kaki kanan yaitu karena korban berusaha menahan tebasan golok yang dilakukan oleh AH.”Tegasnya.

Adapun hasil penyelidikan, dalam perkara tersebut telah ditemukan alat bukti tentang terjadinya beberapa tindak pidana, diantaranya tindak pidana tentang penganiayaan berat sebagimana dimaksud dalam Pasal 351 Ayat 2 dengan hukuman 7 tahun penjara.

 

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan