Kabupaten Tasikmalaya, tasikraya.com–
Navigator For Transformation (NFT) menggelar Audiensi di Kantor Cabang BRI Kabupaten Tasikmalaya juga dihadiri Kepala Unit BRI Bantarkalong, Kamis 6 Februari 2025.
Dalam audiensi, Farhan Abdul Aziz pihak NFT menyampaikan keluhan dari Nasabah BRI Bantarkalong yang mana keluhannya ialah adanya penagihan dari pihak BRI ke nasabah. Namun, pihak nasabah mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengajukan peminjaman.
NFT khawatir adanya kredit fiktif yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Tentu kedatangan kami (NFT) kesini hanya ingin menanyakan secara langsung terkait keluhan nasabah BRI Bantarkalong tentang adanya penagihan. Padahal mereka (Nasabah) mengaku belum pernah melakukan pengajuan peminjaman atau kredit.”Tegas Farhan Abdul Aziz selaku Ketua NFT pada tasikraya, Minggu (9/2/2025).
Farhan mengatakan, kami khawatir kejadian ini sama dengan kejadian yang menimpa BRI Unit lain yang mana telah tersandung kasus kredit fiktif.
Navigator For Transformation pun meminta penjelasan terkait fenomena yang terjadi tentang isue ini.
“Kami meminta penjelasannya tentang peristiwa yang menimpa Nasabah BRI Bantarkalong tersebut. Apakah sama dengan kasus Kredit Fiktif atau memang berbeda?.”Tanya Farhan pada pihak Bank BRI.
Adapun itu, Bank BRI menjawab bahwasannya peristiwa yang menimpa nasabah BRI Bantarkalong itu berbeda dengan kasus BRI Unit lain yaitu bukan kredit fiktif. Akan tetapi, peristiwanya dimulai dari adanya penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di sosial media.
Sehingga, korbannya menyasar ke siswa/siswi SMK. Mereka terdoktrin oleh oknum tersebut untuk melakukan aktivasi BRI Mobile (BRIMO) dan para korban tersebut di iming-imingi upah/bayaran oleh oknum. Kemudian, akun Brimo tersebut nantinya akan dipakai untuk melakukan perbuatan penipuan.
Sontak, kata Farhan, Orangtua korban kaget ketika adanya pemanggilan dari pihak BRI Unit Bantarkalong. Karena dalam rekening mereka terdapat debit dengan nominal yang irasional dari mulai Puluhan Juta sampai ada yang 2 Milyar. Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar bagi para orangtua korban.
Sementara, dari korban telah melapor kejadian tersebut ke Polsek Bantarkalong dan laporan tersebut sedang dalam proses penanganan.
“Tentu harapan kami dengan adanya pertemuan ini menjadi “Warning” untuk pihak nasabah dan calon nasabah untuk senantiasa berhati-hati dalam menjaga identitas diri. terutama dalam hal yang berkaitan dengan perbankan. Dan kami sebagai lembaga yang selalu berkomitmen untuk membantu serta senantiasa menerima pengaduan dari segala macam keluhan masyarakat bisa memberikan edukasi yang pasti kepada masyarakat supaya hal seperti ini tidak terjadi kembali. Kami juga berharap BRI mendamping secara penuh kepada para korban.”Pungkasnya. (*)

