Tasikmalaya, tasikraya.com–
Kontestasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Tasikmalaya menuai kritik karena dinilai hanya mengandalkan transaksi politik tanpa adanya gagasan yang relevan.
Beberapa pengamat kepemudaan juga diantaranya Ketua PK KNPI Sodonghilir Moh. Cecep Abdul Aziz menyatakan bahwa kontestasi ini lebih berfokus pada kepentingan individu daripada visi dan misi untuk memajukan organisasi.
“Kita tidak melihat adanya gagasan yang kuat dan relevan dari para calon terutama yang hanya mengandalkan metode bayar tebus. Mereka lebih berfokus pada membangun jaringan dan transaksi politik daripada menawarkan solusi untuk masalah kepemudaan.”Ucap Moh cecep, Jumat (10/4/2026).
Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa KNPI Kabupaten Tasikmalaya akan kehilangan arah dan tidak dapat memenuhi aspirasi pemuda.
“KNPI harus menjadi organisasi yang berorientasi pada gagasan dan solusi, bukan hanya sekedar kontestasi politik.”Tutur Moh Cecep.
Tindakan ini juga tidak mencerminkan sikap konsisten dalam jiwa pemuda untuk menjaga marwah organisasi.
“Pemuda seharusnya menjadi contoh dalam menjaga integritas dan marwah organisasi, bukan malah merusaknya dengan transaksi politik.”Ujar Moh Cecep.
Dalam situasi ini, Pemuda Tasikmalaya berharap agar para calon dapat menawarkan gagasan yang relevan dan berorientasi pada kemajuan organisasi.
“Kita perlu pemimpin yang dapat membawa KNPI ke arah yang lebih baik, bukan hanya memperebutkan kursi.”Jelasnya.
Sikap ini perlu jadi pertimbangan bagi para pemilih akan lebih konsisten dan cermat dalam mengamati serta mengambil sikap memilih celon Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya di masa yang akan datang.

