Menara Masjid Agung Ambruk, HMI Cabang Tasikmalaya Minta Evaluasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Menara Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya ambruk, kejadian ini heboh di berbagai media sosial, seperti di grup Facebook dan aplikasi WhatsApp. HMI Cabang Tasikmalaya meminta ada evaluasi terkait hal tersebut.

Diketahui, peristiwa menara Masjid ambruk terjadi selepas adzan ashar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu tenda berikut roda dan lapak warga hancur tertimpa reruntuhan menara Masjid Agung.

Kejadian tersebut mendapat kritikan dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya. Saat di konfirmasi tasikraya.com lewat pesan WhatsApp, Andi Perdiana selaku Ketua Umum menyatakan harus ada evaluasi terkait pembangunan menara tersebut, karena menurutnya pasti ada yang salah sehingga bisa ambruk tanpa disebabkan gempa atau kejadian lainnya.

“Kejadian atas runtuhnya bangunan tersebut (Menara Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya) sepertinya harus di evaluasi. Dari sisi lain entah dalam kesalahan konstruksi atau kesalahaan lainnya.”Ujar Fey sapaan akrabnya, Senin (28/2/2022).

Andi sangat menyayangkan bahwa bangunan yang baru berdiri sejak 2018 dan tak mampu bertahan cukup lama, Andi mengira bagian bangunan Mesjid Agung yang lainpun kurang baik, sehingga harus dicek agar tidak terulang kembali kejadiannya.

“Ini perlu di cek lagi beberapa bangunan dari sisi lainnya, karena di khawatirkan akan mengalami proses dan kejadian yang sama.”Tegasnya.

Sementara korban yang terdampak ambruknya menara tersebut adalah pemilik lapak kaki lima, Ela Nurlela, lapaknya hancur tertimpa bangunan menara Masjid, ia menjelaskan, awal mula ada satu puing jatuh tepat di atas tenda lapaknya.

“Saya kaget, lalu saya lihat ke atas itu pada runtuh dan beruntung saya masih punya tenaga untuk lari,”Ucap Ela dilokasi kejadian.

Ela menceritakan, keadaan taman Mesjid Agung sedang sepi, hanya dirinya yang berada tepat di bawah menara Masjid.

“Iya tadi lagi sepi, saya kebetulan pasang tenda jualan di bawah menara, tadi saya bagean tunggu dan nunggu giliran sholat. Aplusan sama suami.”Tutur dia.

“Tidak ada angin maupun hujan, Ujug ujug jatuh saja gitu,”Tambah Ela.

Ela menjelaskan bahwa menara tersebut memang cukup ringkih, setiap ada angin besar posisi menara itu seperti goyang, sebagaimana bangunan yang diterpa angin.

Akibat lapaknya tertimpa reruntuhan menara, Ela mengaku mengalami kerugian sebesar kurang lebih 7 Juta Rupiah, ia mengaharapkan ada perhatian dari Pemerintah.

“Kalau dihitung, tenda roda meja dan juga makanan yang saya jual yang tertimpa reruntuhan ada sekitar 6-7 juta. Mudah-mudahan ada ganti,”Paparnya.

Masjid Agung Tasikmalaya ini memang mempunyai riwayat yang kurang baik dalam hal bangunan, karena pada waktu pembangunannya pun sempat terjadi kerusakan dan menghebohkan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

 

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan