Membanggakan! Ketua RT Milenial Kota Tasik Menyantuni Anak Yatim Piatu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya-
Ketua Rukun Tetangga (RT) Milenial Se-Kota Tasimalaya ini rutin membagikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu sebanyak 2 bulan sekali.

Ketua RT tersebut bernama Apip Wilianto (26 tahun) yang saat ini menjabat sebagai Ketua RT/02, Kampung Pajagan, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota tasikmalaya.

Sedari awal Ketua RT yang sekarang baru menjabat 6 bulan, Program dan Prioritasnya menyantuni Anak Yatim. di karenakan semasa kecil dirinya telah menjadi Anak Yatim dari kelas 4 SD di tinggalkan oleh Ayahnya.

Pada intinya, Apip Wilianto begitu pernah merasakan susahnya dalam perekonomianya. Berbeda dengan anak kecil lainya. Untuk itu, saatnya Ketua RT memperjuangkan Anak Yatim di Kampungnya dengan meminta Donasi dari para Donatur.

“Saya pernah merasakan jadi anak yatim, yang dimana menjadi anak yatim itu susah untuk jajan pun. Karena, saya dari kelas 4 SD di tinggalkan ayah saya meninggal karena kecelakan,”tuturnya, usai membagikan santunan kepada anak yatim, Selasa Malam (30/3/2021).

Uang buat anak yatim saat sekarang bukan dari pribadinya. Akan tetapi, dari para donatur yang baik hati, dan pihaknya hanya menyambungkan untuk membagikan kepada anak yatim tersebut.

Anak yatim yang di santuni di Kp. Pajagan ini ada 7 orang dan Dhuapa 3 orang jadi total yang di santuni ini ada 10 orang.

“Semoga sedikit santunan buat anak yatim berupa uang ini bisa bermanfaat dan berkah.”sambungnya.

Ketua RT Pajagan Mangkubumi itu tidak ingin hal yang sama kepada anak yatim yang bersama dirinya. Karena, di rasakan sewaktu kecil dulu susahnya untuk hanya sekedar buat jajan saja.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang menitipkan uang santunan kepada anak yatim dan semoga allah membalas kebaikan para donatur semua.”ungkap Ketua RT Milenial Kota Tasikmalaya

Terakhir, cetus Apip, menjadi RT dengan usia yang masih muda ini, karena ingat dengan kata- kata orang tidak peduli seberapa kaya dan pintarnya kita, tapi yang mereka pedulikan apakah keberadaan kita bermanfaat buat mereka sehingga kata-kata itulah yang selalu saya ingat sampai sekarang.

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan