Masyarakat Pecinta Yatim dan Dhuafa Tasikmalaya Gelar Gathering Senyuman Yatim

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Anak yatim dan dhuafa merupakan bagian dari masyarakat yang kadang mempunyai nasib prihatin, jarang mendapatkan perhatian dari sesama sehingga membuat mereka menjadi kaum marginal dalam kelompok masyarakat.

Hanya beberapa pihak saja yang concern peduli terhadap mereka, salah satu pihak tersebut adalah Masyarakat Pecinta Yatim dan Dhuafa Tasikmalaya, yang dikomandoi oleh Ade Sukirman S.Pt.

Masyarakat Pecinta Yatim dan Dhuafa Tasikmalaya menggelar acara Gathering Senyuman Yatim yang menghadirkan 74 orang anak yatim, dengan tema “Piknik Satu Hari untuk Semangat dan Tersenyum Beribu-ribu Hari” bertempat di Pasir Kirisik Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (29/8/2021).

Kegiatan tersebut hasil kerjasama dengan ormas Manggala Garuda Putih korwil Tasik Utara, Motekar Kab. Tasikmalaya, dan Padepokan macan kondang pagerageung, dan juga didukung oleh Aka Hidayat selaku donatur.

Menurut keterangan Ade Sukirman sebagai Koordinator Program, kegiatan tersebut sudah berjalan satu tahun lebih, diadakan setiap akhir bulan di hari Ahad. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah sholat duha, istighosah, pembinaan keterampilan bagi duafa dan ibunda yatim.

Kegiatan lainnya adalah membina mental dan semangat anak-anak yatim setiap pertemuanya, yang diadakan di 5 titik lokasi yaitu di Pasirhuni, Margasari, Sukaresik, Rajapolah, dan pagerageung. Menurut Ade program yang dilaksanakan adalah jembatan untuk mempertemukan antara agnia/dermawan dengan anak yatim.

“Kegiatan ini adalah dalam rangka memulyakan anak yatim dengan mengajak piknik satu hari agar anak-anak yatim tetap semangat dan tersenyum dalam menjalankan sehari-harinya, dimana bahwa mereka tidak perlu bersedih hati dengan kondisi yang ada, karena banyak yang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka” ujar Ade kepada tasikraya.

Ade berharap semakin banyak pihak yang ikut serta dalam program tersebut, baik itu dari kalangan pengusaha ataupun pemerintah, karena menurutnya masih banyak di kalangan anak yatim yang belum mendapatkan perhatian.

“Karena masih banyak di kalangan kita anak yatim yang belum tersentuh untuk didampingi dan diperhatikan kesehariannya, minimal 1 bulan sekali kita bertemu untuk dilakukan santunan dan pembinaan” jelas Ade.

Sementara itu, Nurmi sebagai Koordinator Motekar mengaku ikut kegiatan tersebut karena terpanggil dengan nasib anak yatim, Nurmi ingin melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap ibu anak yatim.

“Kami diajak oleh pak Ade Sukirman, bergabung dalam kegiatan karena merasa terpanggil dengan keberadaan keluarga keluarga yatim terutama ibunda yatim, tugas kami adalah melakukan pembinaan dan pemberdayaan ibunda yatim agar bisa lebih berdaya dan mandiri” ujar Nurmi dalam sambutannya.

Di tempat yang sama, Aka Hidayat yang menjadi donatur mengaku tersentuh ingin merawat senyuman anak yatim, dalam sambutannya Aka berharap semakin banyak orang yang membantu, sehingga bantuan yang datang menjadi lebih banyak.

“Kami merasa tersentuh dan terpanggil untuk turut serta merawat senyuman yatim ini, sehingga mendukung dan bergabung dengan program Masyarakat Pecinta Yatim dan Dhuafa Tasikmalaya, meskipun tidak besar dari kami, tapi kalau kita berjamaah inshaallah akan menjadi besar dan sangat berarti untuk anak-anak yatim kita ini” ujar Aka.

 

(Red/tasikraya)

  • Bagikan