Lagi-lagi Korban Polisi Tidur Terus Bertambah, Kali Ini 20 Orang Terluka di Dawagung

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Garis kejut atau polisi tidur sekarang-sekarang ini sedang di perbincangkan di mata masyarakat Kabupaten/Kota Tasikmalaya, karena diduga Garis Kejut (Polisi Tidur) ini pengerjaannya dilakukan dengan seenaknya.

Karena garis kejut yang berbentuk persegi itu diduga terlalu ketinggian, sehingga banyak mengakibatkan para pengendara mobil dan motor sangat terganggu serta mengakibatkan pengendara motor banyak yang terjatuh.

Seperti halnya, pada kejadian hari Jum’at, (30/4/2021) pada pukul 06.00 WIB di Kp Cibodas Pesantren, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong telah mengakibatkan salah seorang pengendara motor terjatuh dan alami luka parah di mukanya sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit.

Tak lama kemudian, Minggu Malam, (2/5/2021) telah terjadi kejadian serupa yaitu puluhan pengendara motor terjatuh, diduga akibat mobil solar yang tumpah ke area jalan raya Cibogo, Dawagung, Kecamatan Rajapolah akibat Garis Kejut yang tinggi.

“Awalnya terjadi kecelakaan, mobil yang bermuatan solar kena gejligan berakibat solar mobil tumpah. otomatis jalan licin, setelah itu, para pengguna motor yang melaju dari arah cisayong-rajapolah dengan melaju dengan cepat mengakibatkan pengendara motor banyak yang jatuh.” tulis Umbara Sidiq warga sekitar, Minggu malam, (2/5/2021).

Sedangkan menurut Iyay, salah satu pegawai pabrik wilayah sekitar mengatakan, tidak ada korban yang sampai meninggal, tetapi korban yang mengalami luka-luka banyak.

“Kaleresan aya solar nu bahe oge disekitaran tanggul na.”sebutnya.

Lanjut iyay, ia mengatakan, bahwa korban sekarang diduga ada 20 orangan, dan yang paling parah ada seoarang ibu-ibu berasal dari Jamanis mengalami luka di sekitaran muka.

Akibat kejadian ini, garis kejut di wilayah Cibogo Dawagung di hancurkan warga. Dikarenakan telah banyak mengalami kecelakaan bagi pengendara motor.

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan