Kisruh Terjadi Menjelang Kongres Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Kisruh dunia Sepak Bola Kabupaten Tasikmalaya mencuat menjelang kongres Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya yang akan digelar Sabtu 5 November 2022. Beberapa kalangan menyampaikan kritiknya secara terbuka karena merasa ada kecurangan dan kejanggalan dalam proses menuju Kongres Askab.

Nana Sumarna, SE ketua Klub Bagus Komala merupakan salah satu yang mengungkapkan adanya kejanggalan menjelang Kongres, menurut Nana banyak Klub Sepak Bola yang dicoret dari kepesertaan kongres tanpa alasan yang jelas, bahkan Asosiasi Futsal Kabupaten Tasikmalaya yang seharusnya menjadi peserta kongres juga ikut dicoret dari kepesertaan kongres.

Nana Magadir, sapaan akrabnya, mengkritik keras Ketua Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya karena pencoretan kepesertaan tersebut, apalagi tanpa ada pemberitahuan secara tertulis kepada Klub Sepak Bola yang bersangkutan, Nana bahkan menyebut kongres akan dilaksanakan sembunyi-sembunyi

“Tidak diundangnya berbagai klub Sepak Bola atau dicoretnya berbagai klub Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya dari perhelatan kongres ini menunjukan kesan kongres Askab PSSI akan diselenggarakan secara sembunyi-sembunyi.”Tegas Nana kepada tasikraya.com melalui pesan WhatsApp.

Nana menegaskan, Ketua Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya ini mempunyai segudang kontroversi semasa menjabat sebagai Ketua Askab PSSI di Kabupaten Tasikmalaya, dari mulai menjual Klub Persikab Tasikmalaya ke Persikab Karawang dan kontoversi lainnya.

“Penyelenggaraan Kongres Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya yang terkesan sembunyi-sembunyi, ini semakin mempertegas bahwa Ketua Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya mau lari dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuat semasa menjabat dengan cara mencoret klub-klub Sepakbola yang bersikap kritis.”Ujar Nana.K

Ketua Persitas Kabupaten Tasikmalaya Dr. Basuki Rahmat juga termasuk pihak yang mempertanyakan tidak diundangnya berbagai klub pada perhelatan kongres Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya.

“Kenapa banyak klub yang tidak diundang? Kenapa banyak praktisi sepak bola tidak diundang? Ini menunjukan bahwa Ketua Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya menyembunyikan sesuatu dari para praktisi Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya.”Papar Basuki.

Basuki menyarankan bahwa kongres Askab PSSI digelar secara transparan dengan melibatkan semua unsur Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya.

“Agar kongres Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya terlihat berintegritas maka wajib melibatkan seluruh pihak.”Ungkapnya.

Sementara itu, Enur Nurdin, salah satu praktisi Sepak Bola Kabupaten Tasikmalaya sangat menyayangkan adanya isue kongres Askab PSSI yang digelar sembunyi-sembunyi.

Nurdin mengatakan Askab PSSI yang seharusnya bisa menampung dan memfasilitasi seluruh praktisi Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya malah terkesan ingin merekayasa kongres.

“Sangat menyayangkan sekali, lembaga yang seharusnya memfasilitasi malah terkesan memonopoli.”Tutup Nurdin.

 

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan