Kemnaker RI Launching Bantuan JPS di Kota Tasikmalaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya-
Kementerian Tenaga Kerja melalui Dirjen Pembinaan, Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan kesempatan Kerja melakukan Launching Program Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 Tahun 2020, bertempat di Hotel Santika yang berada di Jl.Yudanegara, Kota Tasikmalaya, Sabtu (03/10/2020).

Suhartono, Dirjen Binapenta dan PKK menyampaikan maksud dan tujuan launching ini adalah dalam rangka melakukan langkah strategis bagi pelaku usaha dan tenaga kerja yang terdampak Covid-19.

“Serta menjamin keberlangsungan dan efektifitas kegiatan perluasan kesempatan kerja di Direktorat Pengembangan dan perluasan Kesempatan Kerja.” ucapnya

Kegiatan tersebut berdasarkan DIPA Satker Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan kesempatan Kerja Tahun 2020 dengan DIPA No.026.4.01.451139/2020 tanggal 12 November 2019.

Suhartono menambahkan bahwa dengan Program Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 ini, membuktikan Kementerian Ketenagakerjaan RI ikut berperan aktif dalam penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Bantuan diberikan kepada 1000 Kelompok Masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui kegiatan Padat Karya dan Penciptaan Wirausaha.

“Melalui ide-ide yang kreatif dan inovasi, kami yakin akan semakin banyak para penganggur dan korban PHK akibat Covid-19 yang beralih menjadi Wirausaha baru, dengan bantuan Platform Wirausaha Online atau Startup Business. Walaupun pada masa Social Distancing hasil karya para wirausaha baru diharapkan dapat berkembang pesat dan berhasil bersaing di pasar bebas, sehingga dapat berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia, namun juga membuka peluang kesempatan kerja bagi orang lain di lingkungan sekitarnya.” imbuhnya

Launching ini dihadiri oleh 50 peserta secara offline dan 950 peserta secara online, yang terdiri dari Provinsi Banten sebanyak 61 kelompok masyarakat, Provinsi Jawa Barat sebanyak 304 Kelompok masyarakat, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 250 kelompok masyarakat, Provinsi Jawa Timur sebanyak 328 kelompok masyarakat, Provinsi Lampung sebanyak 37 kelompok masyarakat, Yogyakarta sebanyak 20 kelompok masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yang dimulai pada tanggal 3 s/d 4 Oktober 2020.

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan