Kecewa Terhadap Pemerintah, Komunitas Rakyat Tasikmalaya Melakukan Aksi Diam di Tugu Asmaul Husna

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya,
Beberapa elemen masyarakat Tasikmalaya meluapkan kekecewaan atas respon pemerintah terhadap aksi menolak pengesahaan UU Cipta Kerja, mereka mengeskpresikannya dengan menggelar aksi yang mereka sebut “Aksi Otonom”. Aksi Otonom ini dilaksanakan di Tugu Asmaul Husna Kota Tasikmalaya, Jumat (09/10/20).

Aksi diam ini disebutkan sebagai bentuk kekecewaan rakyat dengan sikap Pemerintah yang malam tadi dilontarkan oleh Mahfud MD, dimana disebutkan pemerintah akan bertindak tegas, Komunitas Rakyat berpendapat bahwa walaupun telah demonstrasi besar-besaran untuk menggagalkan Undang-Undang Omnibuslaw namun ternyata itu masih tidak cukup.

Pemerintah masih mempertahankan Undang-Undang Omnisbuslaw yang diklaim untuk kebaikan rakyat, tapi tidak bagi Komunitas Rakyat, karena menurutnya pemerintah hanya menceritakan sisi baiknya saja dalam UU Omnibuslaw.

“ini bentuk kekecewaan kami dan juga upaya kami untuk merajut asa agar pergerakan tidak putus, karena kita belum menang. Jangan sampai mengambang seperti tahun kemarin dimana aksi besar besaran selesai sudah.” ucap salah seorang yang aksi diam yang tidak mau disebutkan namanya.

Komunitas rakyat juga mengajak seluruh rakyat di Indonesia untuk terus berjuang, tidak takut dan tidak berhenti sebelum perjuangan selesai.

“kita belum menang makanya dengan aksi ini kami harapkan teman-teman di seluruh Indonesia tetap berjuang dan turun ke jalan.” jelasnya.

Kemudian, Komunitas Rakyat bertekad untuk terus berjuang sampai akhir, aksi akan terus di lakukan di jalan baik satu orang, dua orang dan maupun tiga orang.

“Sampai Perpu Presiden atau aksi ini bisa diterima oleh Mahkamah Konstitusi (MK).” Pungkasnya

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan