Kecelakaan Tragis! Kereta Argo Wilis Hantam Seorang Pria di Jamanis

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Suasana Pagi di lintasan Rel Kampung Negla, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah duka.

Seorang warga meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Argo Wilis yang melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, Rabu (6/5/2026) sekitar Pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui berinisial AE (55), seorang warga Kampung Sukamaju, Desa Margamulya, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan keterangan di lapangan, korban saat itu berjalan kaki di atas rel Kereta Api, hingga akhirnya tersambar rangkaian kereta yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Benturan keras membuat tubuh korban terpental sejauh beberapa meter dan meninggal dunia dilokasi kejadian.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Gun-gun (43), warga Kampung Los, Desa Margamulya, yang tengah berada di sekitar lokasi untuk mencari rumput.

Menyadari adanya kejadian tragis tersebut, saksi segera melaporkan kepada aparat setempat.

Menindaklanjuti laporan, Babinsa bersama anggota Polsek Jamanis langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.

Selanjutnya, aparat menghubungi Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota untuk melakukan identifikasi dan olah TKP.

Proses evakuasi pun dilakukan, dan jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya guna penanganan lebih lanjut.

Selama penanganan berlangsung, Aparat Gabungan dari Babinsa, Polsek Jamanis, Tim Inafis, serta Aparat Desa dibantu warga setempat turut melakukan pengamanan lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Danramil 1205/Rajapolah, Kapten Inf Syamsul Alam melalui Babinsa di wilayah mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor dilakukan secara cepat guna menangani kejadian tersebut, sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib.

“Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, mengingat potensi bahaya yang sangat tinggi.”Ujarnya.

Kendati demikian, dibalik derasnya laju kereta yang tak bisa dihentikan seketika, ada nyawa yang tak sempat menyelamatkan diri. Pagi itu, rel bukan sekadar jalur perjalanan, melainkan saksi bisu sebuah akhir perjalanan hidup.

  • Bagikan