Karya Tulis Ilmiah Santri Persis Sindangkasih Lolos Di Dua Universitas

  • Bagikan
banner 468x60

Ciamis- Prestasi luar biasa datang dari MA Persis Sindangkasih, karya ilmiah dari santri mereka lolos di dua Univeristas di Indonesia, yaitu di Univeristas Padjadjaran (UNPAD) dan Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi.

Santri berprestasi tersebut adalah Bagja Hanifa Hilmana dan Sabrina Mufidatul Ummah, mereka santri kelas XII IPA yang mengikuti lomba dengan menggunakan nama Tim Alkawarizmi, judul karya tulis mereka adalah Pembangkit Listrik Berbasis Gravitasi Bumi Sebagai Sumber Energi Terbarukan. Mereka berdua masuk menjadi finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Futura 2020 yang diselenggarakan oleh UNPAD, dan juga lolos dalam lomba abstrak karya tulis ilmiah ( LKTI) Open House Fisika 2020 Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi.

Sekarang kedua santri tersebut sedang mempersiapkan untuk mengikuti tahap selanjutnya, dimana peserta harus mengumpulkan full paper pada bulan November untuk Universitas Halu Oleo dan Unpad

Parid Wadji. SPd., Kepala Sekolah MA PERSIS Sindangkasih menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang telah diraih para siswanya, Parid juga berharap ini menjadi pemicu bagi pendidikan yang berbasis pesantren untuk bisa melakukan riset tentang energi baru dan terbarukan, salah satunya adalah energi listrik dengan memanfaatkan gravitasi bumi.

”Mudah-mudahan ini menjadi awal membudayakan pengembangan riset di pesantren termasuk dalam hal energi terbarukan, kami sangat mensupport dan terus mendorong para santri agar menjadi ahli riset dalam hal apapun sehingga pesantren tidak ketinggalan dengan sekolah umum lainnya, dan membuktikan pesantren juga bisa melakukan riset dalam hal energi.” ujar Parid.

Sementara salah satu peserta, Bagja Hanifa Hilmana menjelaskan kepada tasikraya.com bahwa ide penelitian tersebut berawal dari kondisi begitu besarnya konsumsi energi berbahan-bakar fosil oleh masyarakat, padahal bahan bakar tersebut tidak ramah lingkungan.

“Melihat hal tersebut kami berinovasi untuk memanfaatkan gaya gravitasi bumi sebagai sumber energi terbarukan, yang mana gravitasi bumi itu  memiliki kelebihan diantaranya skema dan oprasional yang sederhana, serta tidak terpengaruh oleh kondisi alam.” jelas Bagja.

Menurut Bagja, metode perancangannya adalah dengan menyesuaikan kesetimbangan masa benda sehingga mengakibatkan perputaran poros dan dapat dijadikan daya mekanik untuk memutar generator. Bagja berharap penelitiannya bisa dilirik dan dikembangkan oleh pemerintah, sehingga bisa berdampak lebih luas terhadap kemaslahatan masyarakat.

(red/tasikraya.com)

  • Bagikan