KAHMI Jawa Barat Soroti Penjajahan di Palestina Sebagai Masalah Kemanusiaan

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya- Serangan Israel kepada warga Palestina di Gaza terus berlanjut. Konflik yang tidak seimbang itu pun terus meningkat antara warga Palestina dengan pasukan Israel, sehinga banyak menimbulkan korban dari masyarakat sipil Palestina.

Dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (19/5/2021), jumlah korban jiwa sebanyak 217 warga sipil, sebanyak 63 dari jumlah tersebut merupakan anak-anak.

Menanggapi konflik yang terus berlanjut di Palestina, Majelis Wilayah Korp Alumni HMI (MW KAHMI) Jawa Barat ikut prihatin, dan mendorong untuk semua pihak memperhatikan masalah kemanusiaan yang terjadi di sana.

Dodi Ferdiana Kusnandar, Presidium KAHMI Jawa Barat asal Tasikmalaya menyampaikan bahwa yang perlu diusut dari konflik bersenjata Palestina-Israel adalah masalah kemanusiaan, nilai-nilai kemanusiaan telah dilanggar ketika Israel menjajah Palestina.

“Kami selaku KAHMI wilayah Jabar menanggapi bahwa permasalahan Israel dan Palestina yang perlu diusut oleh kita adalah bagaimana norma-norma dan nilai kemanusiaan sudah dilanggar oleh manusia yang lainnya.” ujar Dodi yang juga anggota DPRD Kota Tasikmalaya ini, Rabu (19/5/2021).

Rakyat Indonesia mempunyai dua ikatan dalam menanggapi konflik Palestina-Israel, pertama ikatan sesama umat muslim karena setiap muslim itu bersaudara, dan yang kedua adalah ikatan kemanusiaan, sesuai dengan prinsip dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Sebagaimana di dalam dasar negara kita bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab itu harus ditegakkan. Hemat kami hal yang perlu diprioritaskan adalah terkait nilai kemanusiaan, karena kita akan terhindar dari subjektifitas agama tertentu, dan nilai kemanusiaan adalah nilai-nilai universal yang memiliki paradigma yang sama, dimana nanti PBB atau organisasi hak asasi manusia akan turut serta membantu Palestina.” papar Dodi kepada tasikraya.com .

MW KAHMI Jawa Barat juga mendukung MN KAHMI untuk senantiasa mendorong Pemerintah RI untuk mampu bersikap pro-aktif dalam bersuara di ranah internasional, sebagai bentuk sikap tegas negara terhadap nilai-nilai kemanusiaan yg sudah dilanggar di bumi Palestina.

(tasikraya.com)

  • Bagikan