Jamaah Mushola Al-Ishlah Sutsen Gelar Aksi Atas Pelecehan Islam Oleh Presiden Prancis

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya-
Beberapa Negara Dunia mulai bereaksi terhadap Ucapan Presiden Macron, salah satunya di Negara Indonesia, khususnya di Tasikmalaya yang terkenal dengan nama Kota Santri.

Hari ini jamaah Mushola Al-Ishlah Sutsen 41 lakukan aksi di halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya atas pelecehan dan penghinaan Presiden Francis terhadap Nabi Muhammad SAW, Kamis (29/10/2020)

Berawal dari komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap pemenggalan kepala Seorang Guru yang pernah mempertontonkan kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad di salah satu kelasnya tentang kebebasan berekspresi.

Macron malah mengeluarkan pernyataan anti-Islam di Prancis yang  memicu protes di negara-negara Muslim, menanggapi hal tersebut Pemerintah Indonesia telah memanggil Dubes Francis.

Sementara itu, Muhamad Guntur sebagai perwakilan dari Jamaah Mushola Al-Ishlah Sutsen 41 Kota Tasikmalaya menyampaikan 5 seruan kepada seluruh Umat Islam di seluruh Dunia khususnya Tasikmalaya.

Pertama menyerukan untuk memperbanyak istighfar kepada Alloh SWT dan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menghidupkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Kedua, kami menyeru kepada seluruh Umat Islam di seluruh Dunia untuk memakmurkan mesjid-mesjid dan rumah masing-masing dengan amalan sunnah Nabi Muhammad SAW.” kata Mama Ututy, begitu biasa dia dipanggil.

Selanjutnya, Mama Utuy menyeru untuk menyampaikan sikap melalui aksi solidaritas sebagai bukti perlawanan atas pelecehan dan penghinaan yang dilakukan presiden terhadap yang mulia Nabi Muhammad SAW.

“kami juga menyeru kepada seluruh Umat Islam di Dunia khususnya di Tasikmalaya, untuk memboikot dan mengehentikan pengunaan produk-produk Prancis” tambahnya.

Terakhir, Jamaah Mushola Al-Islah mendorong aksi boikot seluruh produk Prancis, agar memberikan dampak yang signifikan bagi negara yang menghina Islam.

“Jamaah Al-Islah mendorong Pemerintah Daerah dan Pemerintah Republik Indonesia, sebagai Negara Mayoritas Muslim terbesar di Dunia untuk melakukan sikap tegas dengan menyeru kepala semua lapisan masyarakat untuk memboikot dan menghentikan pembelian serta pengunaan pengunaan produk Francis.” pungkasnya.

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan