Iwan-Iip Gugat Hasil Pilkada ke MK, DPP Golkar : Ini Kejahatan Demokrasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Pilkada Kabupaten Tasikmalaya telah memasuki babak baru, setelah selesai proses rekapitulasi suara pada hari rabu (16/12/2020), kini publik tertuju pada gugatan dari pasangan Iwan-Iip di Mahkamah Konstitusi (MK). Tidak main-main, dari rilis yang diterima tasikraya.com gugatan tersebut digawangi langsung oleh DPP Golkar.

Gugatan yang dilayangkan pasangan Iwan-Iip adalah dugaan kecurangan yang masif dilakukan oleh petahana dan KPU Kabupaten Tasikmalaya, seperti yang disampaikan oleh kuasa hukum Giofedi Rauf bahwa kejadian di Kabupaten Tasikmalaya sudah bukan lagi katagori pelanggaran tapi sudah masuk kejahatan demokrasi.

“Dalam konteks normal dalam pilkada banyak terjadi pelanggaran, yang berpotensi dilakukan oleh petahana. Namun dalam pilkada tasik 2020, kategorinya sudah bukan lagi pelanggaran namun kejahatan demokrasi,” kata Giofedi kepada awak media, Jumat (18/12/2020).

Pengurus DPP Golkar Bidang Hukum itu menjelaskan kejahatan demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 yang diduga dilakukan oleh petahana yakni adanya perencanaan yang sangat matang jauh sebelum tahapan dimulai, melibatkan ASN dan perangkat lainnya secara terstruktur, sistematis dan masif.

Giofedi meminta doa kepada masyarakat Kabupaten Tasikmalaya agar gugatan Pilkada itu berjalan dengan lancar untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.

“Memohon doa kepada segenap masyarakat Tasikmalaya agar Iwan-Iip mendapatkan keadilan di MK, serta meminta masyarakat mengikuti jalannya persidangan di MK secara seksama,” tandasnya.

Diketahui dalam hitung cepat atau quick count LSI Denny JA pasangan calon Iwan Saputra-Iip Miftahul Paoz unggul dari pasangan calon lainnya. Sementara dalam hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin unggul tipis dari Iwan-Iip, dengan selisih hanya 7 ribu suara.

(tasikraya.com)

  • Bagikan