Istri Menteri Sosial RI Kunjungi Kampung Naga & Berikan Paket Sembako

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya-
Penasehat Dharma Wanita Kementerian Sosial RI sekaligus anggota OASE Kabinet Indonesia Maju, Grace Juliari Batubara, mengunjungi warga Komunitas Adat Terpencil yaitu Kampung Naga yang berada di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (16/19/20).

Dalam kunjungan Kementerian Sosial RI ini, hadir mendampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya Drs.Roni A Sahroni, Koordinator Kabupaten PKH Hermin dan Yudi, Kepala B2P2KS Bandung Drs.Toto Restuanto Sembodo, Kepala Desa Neglasari dan TNI serta Polri.

Ditemui tasikraya.com disela kegiatan kunjungan, Grace Juliari Batubara mengatakan, kegiatan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) pada hari ini adalah khusus untuk hadir di Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya.

“Memang kami sengaja menyempatkan supaya komunitas adat terpencil ini ada perhatian dari Pemerintah Pusat.”Ucapnya

Grace menyampaikan sudah di galangkan bahwa Pemerintah Pusat khususnya dari Kementerian Sosial RI akan memberikan perhatian khusus kepada Komunitas Adat terpencil di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya adalah Kampung Naga yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

“Itulah tujuan kami untuk datang kesini untuk memberikan bantuan, dalam masa pandemi ini kami hadir kesini untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan ada 112 paket sembako yang kami sampaikan kepada warga Kampung Naga.”Ujarnya

Istri Menteri Sosial ini sangat terkesan dengan budaya dan kehidupan di Kampung Naga, dan merasa senang bisa hadir berkunjung karena pihaknya tidak menyangka dengan ke ramah-tamahan Warga Kampung Naga dalam menyambut kehadirannya.

“Di pikiran saya, mereka seperti terisolasi, seperti dari suku baduy, karena mereka tidak menerima orang dari luar.”katanya

Dengan begitu, pihaknya atas nama Kementerian Sosial RI mengucapkan terima kasih untuk seluruh warga Kampung Naga yang sudah menerima kunjungan dengan kelapangan dada.

Sebagai Penasehat Dharma Wanita, Grace berharap masyarakat bisa melestarikan adat dan budaya, sebutan adat terpencil di Indonesia hanyalah istilah saja karena sebenarnya mereka ternyata benar-benar melestarikan adat leluhur.

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan