Forkopimcam Pagerageung Ambil Langkah Kasus Lesbi & Gay, KPAID: Butuh Penanganan Intensif

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Pagerageung mengambil langkah menangkal angka kenakalan remaja dan pergaulan bebas di wilayahnya.

Sebagai bentuk antisipasi, Focus Group Discussion (FGD) dalam strategi edukatif kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Forkopimcam Pagerageung menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya untuk memberikan edukasi mengenai bahaya fenomena penyuka sesama jenis atau lebih dikenal homoseksual. Jika di lelaki biasa disebut Gay dan di Wanita biasa di sebut Lesbian.

Camat Pagerageung, Nandang Heryana mengatakan kita berkumpul disini untuk membuat rencana tindak lanjut kegiatan tentang kenakalan remaja dan pergaulan bebas terkhusus di Kecamatan Pagerageung.

“Kami berkumpul disini, alhamdulillah dengan narasumbernya dari KPAID dan Kepala Puskesmas Pagerageung saya ucapkan terima kasih.”Ucap Nandang, di Aula Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Rabu (29/4/2026).

Nandang dalam acara FGD, sebagai upaya penanganan kenakalan remaja dan pergaulan bebas khusus di Kecamatan Pagerageung.

“Datanya sudah di sampaikan sehingga kita akan membuat rencana tindak lanjut lebih konkrit untuk masing-masing tupoksi ada di teman teman dari Pendidikan, Kepala Desa, Para Guru, kita libatkan bersama dengan membuat rencana tindak lanjut yang konkrit.”Ungkapnya.

Ia berharap akan mendapatkan investasi yang sangat luar biasa bagi para remaja yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, terutama Kecamatan Pagerageung.

“Semoga ini langkah awal ekspetasi kita dalam rangka menuju indonesia emas 2045.”Tuturnya.

Sementara, Ato Rinanto Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Pagerageung dan jajarannya.

“Kita disini berbicara tentang kenakalan dan pergaulan bebas remaja, jujur saya katakan bahwa ini adalah sebuah momentum yang seharusnya dibangun di tiap Kecamatan.”Tegas Ato.

Lebih jelas, FGD ini sekedar sharing tentang bagaimana kasus yang mau di tangani KPAID Kabupaten Tasikmalaya tentang pergaulan remaja pada hari ini.

Sudah sejauh mana sharing tentang bagaimana pola edukasi dan penangananya untuk menangani.

Terkait dengan penyuka sesama jenis, Ato mengatakan ini menjadi krusial karena pihaknya butuh penanganan intensif.

“Kita butuh penanganan intensif, artinya tidak bisa di selesaikan oleh lembaga KPAID dan Puskemas, tentu butuh penanganan yang melibatkan penegakan sehingga dalam pandangan kasus penyuka sesama jenis.”Bebernya.

Sehingga, KPAID sendiri, biasanya melibatkan tenaga ahli kemudian dengan metode tertentu dan terukur.

Mengingat penyuka sesama jenis ini bukan hanya semata-mata dipicu dari dari bawaan tetapi juga bisa saja dipicu namanya pergaulan bebas atau lainnya.

Kemudian dari Kepala Puskesmas Pagerageung, H Yoyo Suhartoyo, S.K.M., M.K.M mengenai penyuka sesama jenis, ia menjelaskan adanya kasus homoseksual kami tetap kolaborasi dengan lintas sektor lainnya.

“Penanganan kasus ini ditangani harus bersama-sama. Kalau kami dari Puskesmas lebih condong ke kesehatan mentalnya yang perlu kita tindak lanjuti dengan psikolog anak.”Jelasnya.

Puskesmas Pagerageung sendiri sedang melakukan cek kesehatan gratis sasaranya ke remaja, termasuk cek kesehatan kejiwaan.

“Jadi kita terus berupaya dari sisi pencegahanya dan ditangani secara bersama-sama. Faktornya sudah kita lihat, pola asuh kemudian dari perhatian orang tua dan komunikasi.”Tegasnya.

Selain itu, masalah penggunaan gadget karena menjadi salah satu mereka bisa mengakses apapun.

Terakhir, turut hadir Tenaga Pendidik, Para Kepala Desa Se Pagerageung, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Alim Ulama, dan Para Kyai.

  • Bagikan